10 Atlet Penyandang Disabilitas Asal Jateng Wakili Indonesia Berlaga di Bangladesh

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno saar melepas 10 atlet bertalenta khusus (penyandang disabilitas intelektual) di kantor Gubernur Jateng, Senin (15/4). dok Pemprov Jateng
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno saar melepas 10 atlet bertalenta khusus (penyandang disabilitas intelektual) di kantor Gubernur Jateng, Senin (15/4). dok Pemprov Jateng

10 atlet penyandang Disabilitas asal Jawa Tengah akan mewakili Indonesia di ajang Special Olympics Asia Pasific South Asia Unified Football Competition di Dhaka Bangladesh.


Wakil Ketua Special Olympics Indonesia (SOIna) Jateng, Adi Nugroho mengatakan sebanyak 10 atlet tersebut antara lain berasal dari Kota Semarang, Surakarta, Wonogiri, dan Temanggung. 

"Kebetulan yang ditunjuk oleh spesial Olympic Indonesia adalah Jawa Tengah. Hanya Jateng yang mewakili Indonesia, jadi ini kebanggaan buat kita karena dipercaya mewakili Indonesia di ajang interrnasional," kata Adi usai Pelepasan kontingen di halaman Kantor Gubernur Jateng pada Senin, (15/4). 

Dia menjelaskan para atlet sudah melakukan  berbagai persiapan untuk menghadap kompetisi tersebut, bahkan selama Ramadan lalu juga melakukan latihan secara rutin. 

"Delegasi yang akan berangkat ke Dhaka Bangladesh terdiri dari 10 atlet, 2 pelatih, dan 6 official," katanya. 

Adi mengatakan, keberangkatan para atlet tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Jateng. 

"Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jateng yang telah memfasilitasi mengantarkan kami menggunakan bus sampai ke Bandara Soekarno Hatta Jakarta," kata Adi.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno  yang melepas 10 atlet bertalenta khusus (penyandang disabilitas intelektual-red) berharap agar para atlet bisa meraih prestasi

"Harapannya, mereka bisa berprestasi di sana. Karena ini juga menjadi bagian eksistensi diri, bahwa mereka mampu berprestasi. Mudah-mudahan mereka berhasil," harap Sumarno di sela pelepasan delegasi.

Menurut Sumarno, keikutsertaan mereka dalam berkompetisi juga sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat umum, bahkan hingga level  internasional. 

"Karena anak-anak bertalenta khusus tidak butuh dikasihani, tetapi butuh difasilitasi agar bisa mengekspresikan talentanya," katanya.

Selama ini, Sumarno menambahkan,  Pemprov Jateng tidak hanya memfasilitasi atlet disabilitas asal Jateng, tetapi juga atlet nasional yang akan berlaga di tingkat internasional. 

Apalagi, banyak atlet bertelanta khusus potensial asal wilayahnya yang mendapatkan prestasi pada kejuaraan baik level nasional maupun internasional

Usai dilakukan pelepasan, para kontingen menuju Jakarta menggunakan jalur darat, kemudian bertolak ke Bagladesh menggunakan pesawat udara pada Senin (15/4) malam.