20.669 Pelanggaran Lalu Lintas dalam Operasi 14 Hari di Semarang

RMOLJateng . Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang menemukan setidaknya 20.669 pelanggaran  selama berlangsungsungnya Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018, yang berlangsung selama 14 hari yang dimulai pada tanggal (5/3) yang lala.


Pelanggaran  tersebut meliputi penilangan sebanyak 3.404 terhadap pengendara. Sedangkan sisanya 17.265 pelanggaran diberikan teguran.

"Dari hasil evaluasi kami menyimpulkan, tingkat ketertiban masyarakat Kota Semarang dalam berlalu lintas masih kurang, dan harus ditingkatkan kembali," ujar Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi saat ditemui di Pos Patwal, Simpanglima, Kamis (29/3).

Ardi  menambahkan,  dari jumlah pelanggaran yang ditilang sebanyak 3.404 ini,  ironisnya didominasi oleh pengendara dengan usia produktif, yakni 16-20 tahun. Pelanggaran paling banyak dilakukan oleh pengendara roda dua sebanyak 2.382 dan sisanya pengendara roda empat.

"Total ada 17 jenis pelanggaran, yang paling banyak yang dilanggar adalah melawan arus, dan itu dilakukan malam hari, seperti di jalan  yang diberlakukan satu arah seperti , Thamrin, Gajahmada, dan Woltermonginsidi," imbuh  Ardi.

Melihat banyaknya pelanggaran yang dilakukan selama operasi keselamatan lalu lintas yang berakhir pada (25/3), Ardi  menghimbau agar masyarakat lebih patuh lagi di jalan raya. Karena ini menyangkut keselamatan jiwa dalam berlalu lintas.

"Ini yang menjadi persiapan kami sebelum melaksankan operasi patuh candi 2018," pungkasnya.