96 Persen Warga Terjamin JKN, Kota Pekalongan Capai UHC

Pemerintah Kota Pekalongan resmi melaksanakan program Universal Health Coverage (UHC) dari BPJS Kesehatan. Sejumlah 96,43% penduduk Kota Pekalongan sudah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).


"UHC ini sudah cukup lama kita perjuangkan. UHC itu adalah sistem penjaminan kesehatan yang memastikan semua penduduk atau minim 95 persen telah terdaftar sebagai peserta program JKN," kata Wakil Walikota Pekalongan, Salahudin usai menerima sertifikasi UHC dari BPJS Kesehatan, Selasa (2/5).

Ia menyatakan, masuknya Kota Pekalongan dalam program UHC, menjadi komitmen pemerintah kota. Komitmen itu termasuk gelontoran dana untuk mencapai UHC.

Pemkot Pekalongan siap menggelontorkan sekitar Rp 25 miliar tiap tahunnya untuk mengcover biaya iuran JKN warga Kota Pekalongan. Pihaknya menganggarkan untuk warga berkategori penerima bantuan iuran (PBI).

Saat ini, sekitar 290 ribu warga Kota Pekalongan sudah menjadi peserta JKN. Angka itu setara 96,4 persen dari seluruh penduduk. Peserta PBI yang dicover APBD Pemkot Pekalongan mencapai 90 ribuan.

"Ini merupakan pemenuhan pemkot terhadap peraturan dan perundangan, perlindungan jaminan sosial. Demikian kiranya telah mencapai uhc dan siap memberikan jaminan pada warga," jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Pekalongan Kota, Slamet Budiyanto menyebut ada beberapa keuntungan program UHC bagi masyarakat. Untuk warga Kota Pekalongan yang belum punya kartu BPJS Kesehatan tidak perlu menunggu 14 hari untuk aktif.

"Jadi bisa langsung dipakai ketika sakit," ucapnya.

Deputi Direksi  Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Dwi Martiningsih menyebut pemkot Pekalongan sudah mencapai UHC pada 1 April 2023. Kota Pekalongan menjadi bagian dari 12 daerah di Jawa Tengah yang sudah UHC.

Ia menyebut target UHC pada 2024 sesuai RMJMN sebenarnya mencapai 98 persen. Namun, pada 2023, target masih di angka 95 persen.

"Pemberian  jaminan perlindungan kepada penduduk, agar apabila nanti sakit itu sudah tidak memikirkan lagi berapa biaya yang harus ditanggung. Nah, ini akan meningkatkan produktivitas," kata Dwi.

Ia mengatakan jika  masalah kesehatan ini sudah memberikan rasa aman,maka produktivitas akan meningkat. Hal itu juga akan meningkatkan kesejahteraan penduduk kota Pekalongan.