Feliq Anang Fitriansyah (15) remaja pria ini hanya bisa tergeletak tak berdaya diatas kasur. Sudah empat bulan lamanya, warga Klampok RT 03/RW 19, Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar berat badannya menyusut habis tinggal tulang, lututnya juga membengkak seukuran bola.
- Warga Sukoharjo Keluhkan Jalan Rusak Diminta Sabar Hingga Musim Hujan Selesai
- Pak Gik sang Legend Nasi Kucing Semarang Meninggal Dunia
- Petani Pertanyakan Revitalisasi Rawa Pening
Baca Juga
Pelajar kelas IX di SMP Ngargoyoso ini awalnya terjatuh dan kakinya terkilir dan menjalani pengobatan traditional dengan cara diurut (pijat).
"Namun ternyata tidak sembuh juga," jelas ayah Anang, Purwanto Rabu (23/2).
Karena kondisinya tidak juga membaik, Purwanto yang kesehariannya sebagai buruh bangunan kemudian membawa sang anak rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.
"Dari serangkaian pemeriksaan, dokter curiga dia tidak sekadar terkilir namun ada penyakit yang lebih serius," tuturnya.
Anang kemudian melakukan serangkaian pemerikasaan, yakni dibiopsi atau dibedah bahkan menjalani serangkaian kemoterapi. Anas divonis menderita ostreosarcoma atau kanker tulang.
Keluarga terus mengupayakan kesembuhan Anang, namun karena kondisi ekonomi terbatas pengobatan menjadi tidak maksimal. Keluarga memutuskan membawa pulang karena tidak memiliki biaya rumah sakit.
Kini mereka hanya bisa pasrah dan menanti uluran tangan dari para donatur. Keluarga juga sudah lapor ke PMI, termasuk Baznas, Lazismu. Bahkan Bupati Juliyatmono yang menerima laporan juga sudah menginstruksikan Dinsos untuk mencukupi kebutuhan yang diperlukan keluarga.
Solidaritas dari masyarakat sekitar juga bermunculan berupa penggalangan dana untuk membantu meringankan biaya berobat penyakit Anang. Anang, hingga saat ini, masih membutuhkan uluran tangan dari siapa saja yang tergerak nuraninya untuk melepaskannya dari derita akibat kanker.
- Warga Sukoharjo Keluhkan Jalan Rusak Diminta Sabar Hingga Musim Hujan Selesai
- Pak Gik sang Legend Nasi Kucing Semarang Meninggal Dunia
- Petani Pertanyakan Revitalisasi Rawa Pening