Angka Pengangguran Naik, Pemkot Pekalongan Siapkan Cara Antisipasi

Angka pengangguran yang mencapai 6,13%, membuat pemerintah Kota Pekalongan melakukan berbagai upaya untuk menguranginya.


Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Kota Pekalongan, Slamet Hariyadi menyebut, angka itu naik dibanding survey BPS 2017 yang berada di angka 5,5%.

Banyak faktornya, ditengarai karena rob yang membuat sejumlah IKM sulit berproduksi. Tapi sekarang sudah agak teratasi," tuturnya ditemui di kantornya, Kamis (17/10).

Lalu, faktor lain yang berpengaruh adalah kebakaran pasar Banjarsari yang sempat membuat 4.000-an pedagang kesulitan.

Untuk menurunkan angka pengangguran, pihaknya sudah punya beberapa program.

Pertama, adalah membuka pelatihan keterampilan di balai latihan kerja maupun lembaga latihan swasta.

"Tahun ini, kami melatih 1.200 oramg dengan berbagai keterampilan antara lain otomotif, menjahit, tata rias, tata boga, komputer, desain grafis,  operstor mesin bubut, las,  perkantoran dan lain lain," jelasnya.

Selain itu, ia juga mengadakan job fair yang menghadirkan 58 perusahaan dengan 1.303 lowongan kerja.

Slamet berujar juga mengoptimalkan peran Bursa Kerja Khusus yang ada di beberapa SMK.

Lalu, memberangkatkan tenaga kerja skill ke luar negeri hingga melaksanakan program magang ke Jepang.

"Hal lain, untuk menyongsong era 4.0, kami juga memberi pelatihan berbasis media digital seperti video editing,  write content, fotografer, marketing,  perhotelan," tambahnya.

Selain itu, solusi lainnya adalah transmigrasi beberapa keluarga ke luar jawa.

Situsnya pun selalu berusaha mengupdate lowongan kerja perusahana baik di kota Pekalongan maupun sekitarnya.

Untuk yang ingin berwirausaha juga kami  bekali dengan materi motivasi produktifitas, teknik komunikasi dan manajemen usaha," jelasnya.

Tri Sugiarto (20), warga kelurahan Bodas,  kecamatan Kandang Serang,  Kota Pekalongan, mengakui mencari pekerjaan saat ini sulit.

Ia pun memilih datang ke Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja untuk membuat AK1 (surat keterangan kerja).

Rencananya, ia akan mendaftar kerja di wilayah Karawang dibanding Kota Pekalongan.

Mau kerja di perusahaan elektronik," kata lulusan SMK Banjarnegara itu.