Antisipasi Paham Radikalisme di Lingkungan Pendidikan, Sekolah Perlu Deteksi Dini

Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi saat memberikan pemahaman dalam Orientasi Kewaspadaan Nasional, Selasa (7/11)
Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi saat memberikan pemahaman dalam Orientasi Kewaspadaan Nasional, Selasa (7/11)

Anak muda dan kaum milenial bisa menjadi bagian yang sangat mudah disasar pengaruh dari paham ekstrimisme dan radikalisme.


"Sehingga, antisipasi terhadap paham ekstrimisme dan radikalisme di lingkungan pendidikan sekolah perlu dideteksi sejak dini," kata Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi usai menjadi narasumber dalam kegiatan Orientasi Kewaspadaan Nasional, Selasa (7/11).

Kegiatan dikemas tentang mengantisipasi paham ekstrimisme dan radikalisme di lingkungan pendidikan itu, menurutnya perlu pengawasan secara berkala.

Baik di lingkungan sekolah maupun sistem pembelajaran yang ada di dalamnya. Disusul adnya inisiasi dari Badan Kesbangpol menghadirkan kepala sekolah SMP, SMA, MA, Ketua DPRD, Komandan Kodim, dan jajaran Pemkot Salatiga untuk bertemu bersama-sama.

"Guna mengantisipasi hal-hal yang bisa menjadi potensi radikalisme, kekerasan, mengoyak semangat bersatu, toleransi dalam perbedaaan di dalam lingkungan pendidika. Hal ini menjadi sangat menggembirakan dan membanggakan," terang dia.

Menurut dia, pola frekuensi bertemu dengan anak-anak perlu terus diadakan tetapi dengan varian yang berbeda. Sehingga, bukan lagi tutorial namun ada sajian yang sifatnya visual agar lebih menarik dan kekinian.

"Saya mengingatkan bahwa anak-anak milenial itu ada semacam kebosanan untuk memperoleh penjelasan secara narasi. Tetapi mereka akan memiliki definisi sendiri jika mereka melihat sesuatu yang sifatnya visual, ini yang disebut dengan proses seeing is believing," pungkasnya.

Lebih jauh ia menyebutkan, anak-anak generasi Z dan milenial tidak belajar dari nasehat namun mereka belajar dari gagal, jatuh, sakit, terluka namun mereka bangkit lagi.

"Untuk itu, menunjukkan teladan yang baik akan menjadi bahan pembelajaran bagi anak muda generasi Z dan milenial," imbuhnya.