Assalamualaikum Pak Singgih Setyono

Jayanto Arus Adi
Jayanto Arus Adi

‘’…Ketika ada yang berbuat tidak baik padamu, jangan terlalu dihiraukan, apalagi dipendam dalam hati. Maafkan dan lupakan, serta tetaplah berbuat baik padanya. Karena kebaikan yang kamu berikan atau kamu tanam tidak akan pernah hilang, dia akan tetap tumbuh menjadi pohon dan hadirkan buah indah pada saatnya..’ (quote of Singgih Setyono)

Ya, doa adalah kekuatan kata kata. Tetapi bukan kata kata yang keluar begitu saja dari mulut. Hati dan pikiran mengiringinya. Selanjutnya gerak memparipurnakan sebagai manifestasi hidup adalah berbuat, dan hidup yang baik adalah menunaikan setiap niat baik. Itulah kalimat bijak, seperti kata Rene Descartes, filsuf Perancis abad tengah, Cogito Ergo Zum.  

Kita ada, maka kita harus berpikir, kira kira demikian makna harfiah lanjutnya. Hidup bukanlah sebuah kebetulan. Dialektika terjadi, laksana hukum kausalitas yang menyeimbangkan setiap nafas peradaban. Ada jahiliah ada pencerah, Nabi Kita Muhamad SAW. Ada angkara murka, hadir Ratu Adil. Begitu pun fenomena dialektis di alam modern, tatkala otoriterianime mengkoyak lahirlah people power, reformasi dan seterusnya.

Ini artinya apa, satu hal yang pasti kita mesti tlesih memaknai tanda tanda zaman. Kearifan itu akan datang dan hadir menjadi pendamai peradaban.  Ketika kita paham symbol simbol tersebut dan mengejawantahkan melalui bahasa kasih yang pas maka damai dan damailah yang bakal kita raih. Seperti hati yang mendamba cinta, maka ketika kasih itu hadir hidup ini pun menjadi utuh, sempurna.

Tentang bahasa kasih, tentang dialektika, tentang kesahajaan ini saya mendapatkan asupan yang mencerahkan dari acara sederhana di RSKW, yakni lewat Motivasi Hari Ini. Inspiring, menggugah, enlightening yang saya rasakan. Ini bukan lebay, tapi sungguh seperti bangun. Bukan bangun dari tidur, tetapi ketika hati suntuk, jenuh , pikiran sedang kalut, mendengarkan tuturan dr Singgih Setyono saya serasa mendapatkan suntikan moral.

Karena jika catatan ini saya beri judul seperti itu, bukan sesuatu yang kebetulan. Karena sebagai orang yang berkecipung di dunia media, maka ranah itu tak luput dari perhatian saya juga. Maaf, sebelumnya saya sama sekali tidak mengenal sosoak atau profil yang memberikan quote of daily motivastion di Radionya Orang Demak ini. 

Namun begitu mendengar tips tipsnya melalui Motivasi Hari Ini – begitu lebel acara itu, saya tergerak untuk menelisik lebih jauh. Ada curiosity yang dalam dengan acara ini. Bukan apa apa, bagi saya menarik karena inspiring and reminding tentang tema temanya menarik sekaligus aktual.

Simak dan ikuti - Motivasi Hari Ini - yang hadir setiap jam di RSKW- Radio Suara Kota Wali, apa yang terjadi di sana?  Di chanel 104.8 FM ini kita dapat mengikuti bagaimana Singgih Setyono berbagi tips tentang banyak ragam persoalan yang lazim ditemui dalam kehidupan keseharian.

Kredo kecil yang menjadi pembuka Catatan Jayanto Arus Adi ini pun kami nukil dari sana. Bagaimana kita diajak untuk selalu positif thinking. Jangan terlalu dihiraukan apa kata orang tentang kita, termasuk yang menyakitkan sekalipun. Juga terhadap mereka yang ucapan dan sikapnya begitu tidak simpatik, janganlah dipendam dalam hati. Maafkan dan lupakan.

Kalimat kalimat itu begitu menggelitik, dalam arti memberi perspektif ketika kita sedang jenuh, suntuk atau barangkali lebih dari itu, depresi misalnya. Saya terngiang salah satu topik yang pernah diangkat di sana, yakni bagaimana bersikap ketika bekerja di tempat baru. Wajar ada celoteh atau pendapat yang membandingkan kita dengan mereka yang pernah bekerja sebelumnya.

Pada akhirnya kita kemudian akan dinilai. Nah dihadapkan pada kondisi semacam itu, bagaimana tetap menjadi bijak? Kisi kisi semacam itu diulas oleh Singgih melalui pendekatan post piskological analysis, atau sosiopsycological analysis.

Mencermati topik topik lain yang dibawakan Singgih pada Motivasi Hari Ini kadang kita menemukan Oase lain. Artinya persoalan yang bersumbu pada dinamika rumah tangga, relasi sosial dalam masyarakat, bahkan pernik pernik tentang pendidikan anak kita jumpai juga. Lebih dari itu narasi yang dibangun untuk memberikan benang merah upaya mengurai problematika sosial tak luput disandarkan pada nafas spiritual masing masing.

Pada dimensi ini kita jadi dapat melihat bahwa sesungguhnya Singgih sedang berenang di lautan pada saatnya bersamaan dia menyelam menikmati indahnya laut. Dengan begitu ikhtiar memberi pencerahan atau inpute kepada pendengar dilakukan lewat laku empirik. Istilah jawanya semua itu dilakukan dengan manjing ajur ajer. Inilah yang kemudian memberi nilai tambah pada acara yang diasuhnya, Motivasi Hari ini.

Sebagai dokter, alumni FK Undip ini memiliki referensi tentang patologi klinis, atau abuse of psychological syndrome. Artinya pemahaman yang menjadi referensi akademis cukup baginya untuk melakukan diagnose tentang patologi social disease. Apalagi dengan jam terbang yang cukup, maka kita seperti dibawa pada proses pencerahan melalui dialog yang renyah.

Kembali ke acara yang diasuh Singgih Setyono, saya melihat ada soul atau jiwa di sana. Singgih begitu menghayati dan in dengan apa yang disampaikan. Khasanah ini yang kemudian melahirkan metamorfosa tak terelakkan pada RSKW. Radio dengan Tagline Inpiring News and Music ini seperti sedang berproses juga, yakni tidak sekadar menjadi oase, namun seperti Kawah Candradimuka.

Jadi memaknai secara lebih utuh RSKW bukanlah jendela tunggal, tetapi saat ini berproses menjadi semacam etaase juga bagi Demak tak sekadar merupakan komunitas, tetapi juga institusi. Saya membayangkan inilah sumber, ya sumber segala sumber, seperti mata air di tengah gurun.

Menilik semangat yang kini tumbuh di wajah kruw Radio yang bermarkas di Jalan Sultan Fatah No 1 Demak ini, kemudian memotret acara acara yang ada, baik itu dialog, motivasi hari ini juga acara lain, seperti ruang anak, maka inilah dunia tersendiri 

Dan saya juga  jatuh hati pada radio ini dengan segala khasanahnya, termasuk punggawa yang menghela dengan segala inspirasinya. Sekarang adalah era disrupsi, artinya kesempatan menguasai jagad tak lagi dibatasi jarak dan waktu. Dari Demak bismilah menjemput eksistensi di panggung dunia. Why Not. Apalagi menilik akar historis dari sinilah peradaban Islam dibangun. Perjuangan para Wali layak disemat menjadi spirit yang senantiasa menghidupi.

Jayanto Arus Adi
Pemimpin Umum RMOL Jawa Tengah, Anggota Dewan Pertimbangan, Dosen dan Mahasiswa Program Doktoral Manajemen Kependidikan Universitas Negeri Semarang.