Bakal Diterapkan di Seluruh Indonesia, Puan Maharani Mau Contoh Subsidi Langsung Kedelai di Salatiga

Ketua DPR-RI periode 2019–2024 Dr. Puan Maharani saat mengunjungi langsung pusat industri tahu di Kalitaman, Salatiga, Kamis (11/1). Foto : Erna Yunus B
Ketua DPR-RI periode 2019–2024 Dr. Puan Maharani saat mengunjungi langsung pusat industri tahu di Kalitaman, Salatiga, Kamis (11/1). Foto : Erna Yunus B

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) periode 2019–2024 Dr. Puan Maharani bakal mencontoh subsidi langsung bagi pengrajin tempe tahu yang dilakukan Pemerintah Daerah Kota Salatiga selama ini. 


Ide itu muncul, usai Ketua DPR RI perempuan pertama itu mengunjungi pengrajin tahu di Kalitaman, Salatiga, Kamis (12/1) petang. Rencananya, sistem subsidi langsung itu akan diterapkannya di seluruh Indonesia.

"Bantuan yang akan diberikan dalam bentuk subsidi seperti yang dilakukan oleh Kota Salatiga yakni Rp 300 juta untuk 150 ton, yang sebelumnya Rp 200 juta. Tapi sementara ini, hanya bisa dilakukan oleh kota Salatiga dan rencananya apa yang dilakukan oleh Salatiga akan diupayakan di Indonesia di semua daerah di Indonesia yang memiliki banyak UMKM tempe dan tahu," kata Puan.

Diakuinya, persoalam kedelai menjadi momok pengusaha dan pengrajin tempe tahu di Indonesia tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah daerah atau lembaga tertentu.

"Ini satu persoalan yang memang harus dicari solusi, sehingga DPR RI akan berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk mencari solusinya ini satu masalah yang harus segera dicari jalan," ungkap politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu.

Apa yang menjadi penyebab harga kedelai melambung, Puan belum bisa memberikan penjelasan karena ini merupakan masalah kompleks dan tidak bisa menjawab sekarang dan harus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Kementerian terkait.

Yang pasti, kedatangan Puan kali ini adalaj dalam rangka kunjungan kerja dirinya selaku Ketua DPR RI itu, melihat langsung persoalan dihadapi pelaku UMKM di Indonesia.

Dimana, harga kedelai menjadi persoalan pokok. Dan hal ini diakuinya tidak dapat diselesaikan satu pihak saja.

Ditanya soal bentuk subsidi seperti apa yang akan upayakannya, Puan mengakui tahun 2024 ini akan memperjuangkan dan mencari solusi bersama pemerintah.

"Insyaallah, kita akan mengupayakan subsidi di tahun 2024 ini. Akan memperjuangkannya. Memang belum ada solusi yang terbaik namun kita akan carikan solusi sementara insya Allah akan ada subsidi buat UMKM tahu dan tempe," terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit menjelaskan bahwa dengan kedatangan Puan Maharani memang untuk memotret langsung cara Pemkot Salatiga mengupayakan subsidi bagi pengrajin tempe tahu di Salatiga melalui aspirasi Fraksi PDIP di DPRD.

Selama ini, aku dia, Pemkot Salatiga memberikan subsidi RpRp3.000 dari harga kedelai sebelumnya Rp9.000 menjadi Rp12.000. Sehingga, selisih harga Rp 3000 merupakan bantuan Pemkot Salatiga melalui aspirasi PDI-P di DPRD Salatiga.

Cara inilah yang berupaya ditiru Puan Maharani dan akan dibawa ke senayan. Dalam kunjungannya ke Salatiga dalam dua hari ke depan, Puan Maharani juga berencana mengunjungi Pasar Blauran, Salatiga, pusat oleh-oleh berbahan singkong di Kampung Telo, serta pusat pembuatan roti di Salatiga.