Banjir di Kudus Tak Kunjung Surut, Ribuan Warga Dievakuasi ke Lokasi Pengungsian

Petugas Polsek Undaan mengevakuasi warga Dukuh Krajan, Desa Karangrowo ke lokasi pengungsian di aula DPRD Kudus. Arif Edy Purnomo/Dok.RMOLJateng
Petugas Polsek Undaan mengevakuasi warga Dukuh Krajan, Desa Karangrowo ke lokasi pengungsian di aula DPRD Kudus. Arif Edy Purnomo/Dok.RMOLJateng

Bencana banjir di Kudus sudah memasuki hari kelima. Namun, tinggi air belum juga surut. Akibatnya, sebanyak tiga ribu warga di lima kecamatan pun terpaksa diungsikan ke lokasi pengungsian.

Pihak Polres Kudus pun turun tangan membantu proses evakuasi mereka. Tak hanya evakuasi saja, personel Polres Kudus pun rutin berpatroli menjaga keamanan rumah warga yang ditinggal penghuninya selama dalam pengungsian.

Seperti halnya kondisi banjir yang melanda pemukiman warga di Kecamatan Undaan. Aparat Polsek Undaan dipimpin langsung AKP Kanan, mengevakuasi warga Dukuh Krajan, Desa Karangrowo untuk diantar ke lokasi pengungsian di aula DPRD Kudus menggunakan kendaraan Backbone.

Selain evakuasi di wilayah Undaan, 30 personel Satuan Samapta Polres Kudus juga dikerahkan mengevakuasi para korban banjir di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati ke lokasi pengungsian.

Proses evakuasi korban banjir yang terdiri para lansia, anak-anak dan ibu rumahtangga, dilakukan menggunakan perahu karet. Namun demikian, masih saja ditemukan warga yang tidak bersedia mengungsi.

Kapolres Kudus AKBP Dydit Dwi Susanto mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya Polri membantu masyarakat terdampak banjir.

“Kami mengimbau bagi warga yang masih memilih bertahan di rumahnya, untuk lebih waspada dan berhati-hati, terutama ketika curah hujan tinggi masih terjadi,” ujar AKBP Dydit, Sabtu, (16/3).

Dydit menambahkan, Tim Satuan Tugas Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polres Kudus, juga disiagakan selama 24 jam memberikan bantuan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak banjir.

Selanjutnya untuk mengantisipasi aksi pencurian, AKBP Dydit mengintruksikan kepada jajarannya untuk berpatroli ke rumah-rumah warga yang terendam banjir saat ditinggal mengungsi.

"Kami ingin menjamin keamanan masyarakat, jangan sampai mereka sudah kesusahan terdampak banjir, justru dimanfaatkan oleh orang tak bertanggungjawab," tegasnya.