Banjir Terjang Jateng, BBWS Catat Kerusakan Infrastruktur Capai Miliaran

Kepala BBWS Pemali Juana Harya Muldianto (tengah) memberikan keterangan di kantor BBWS Pemali Juana, Jalan Brigjen Sudiarto No 375 Semarang, Selasa (26/3). Umar Dani/RMOLJateng
Kepala BBWS Pemali Juana Harya Muldianto (tengah) memberikan keterangan di kantor BBWS Pemali Juana, Jalan Brigjen Sudiarto No 375 Semarang, Selasa (26/3). Umar Dani/RMOLJateng

Bencana banjir yang melanda pantai Utara wilayah timur Jawa Tengah memberikan dampak kerugian yang cukup besar .


Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Harya Muldianto memperkirakan kerugian yang diderita BBWS mencapai 50-60 Miliar rupiah.

"Estimasi kami, nilai kerugian akibat banjir mencapai 50-60 Miliar rupiah" ungkap Harya dalam jumpa pers kepada awak media di kantor BBWS  Selasa (26/3) sore.

Harya menjelaskan, untuk saat ini, BBWS Pemali Juana tengah fokus melakukan perbaikan di tanggul Sungai Wulan, Demak, BBWS Pemali Juana juga memperbaiki saluran irigasi Klambu, Grobogan yang alirannya sampai wilayah Kudus dan Demak.

Menurut Harya, saat ini pengerjaan difokuskan di Sungai Wulan yang melintasi Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Karanganyar, Demak sebagai langkah penanganan darurat.

"Karena ini sifatnya masih darurat, maka (pengerjaan) harus segera kami perkuat, nantinya pengerjaan dan perbaikan tanggul Sungai Wulan Demak ke depan akan dilakukan secara permanen" katanya.

Pihaknya berharap pengerjaan tanggul jebol di Sungai Wulan, Demak dapat selesai dalam beberapa hari ke depan.

Selain di Demak, ungkap Harya , BBWS menemukan  beberapa titik lubang di jaringan irigasi Klambu, Grobogan yang melintasi Desa Merak, Dempet dan Desa Ngemplikwetan, Karanganyar, Demak.

"Kondisi ini perlu ditangani secara darurat juga sembari mengusulkan ke depan agar dilakukan penanganan secara permanen" kata Harya.

Menurut Harya, saat ini sudah ada program yang sudah berjalan yang dilakukan BBWS Pemali Juana, seperti normalisasi sungai Juwana, Pati dengan pembangunan bendung karet untuk mengantisipasi banjir dan rob.

Selain itu ada juga pekerjaan normalisasi di wilayah muara Juwana, Jepara dan Demak meliputi sungai SVD-1, SVD-2.

"Tapi kami akan mendahulukan pengerjaan sungai Wulan bagian hilir dari Jembatan Tanggulangin (perbatasan Demak dan Kudus) ke arah muara yang saat ini masih dalam proses lelang," katanya.

Menurut Harya, pengerjaan ini sambil menunggu program lanjutan, karena untuk sungai Wulan dari Tanggulangin ke arah hulu belum ada anggaranya

Selain pengerjaan normalisasi sungai di muara Juwana, pihaknya juga akan melakukan perbaikan sistem drainase CU-1 di wilayah Kudus.

Kami sudah menyampaikan kepada pimpinan dan saat ini sudah diupayakan program-program yang tidak ada di sistem Seluna," ujarnya.

Secara umum saat ini BBWS Pemali Juana telah mengoperasikan 19 pompa air yang dimiliki tidak hanya dimiliki BBWS Pemali Juana, tapi semua BBWS di Pulau Jawa.

Beberapa di antaranya Surabaya, Solo, Jogja, Jakarta, Bandung, Cirebon yang dipinjam BBWS Pemali Juana penanganan banjir di Demak.

"Ini sebagai upaya proses percepatan pengeringan genangan di wilayah Pantura. Kalau jalan (jalur Pantura) sudah bisa dilewati," ujarnya.

Meskipun secara umum jalur Pantura sudah bisa dilewati, namun masih ada satu titik genangan air, yaitu wilayah Kedung Banteng sepanjang sekitar 50 meter dengan tinggi genangan sekitar 5 centimeter.