Banyak Aduan, Bupati Demak Tetap Akan Melantik Kades Terpilih

Bupati Demak, Estianah, menyatakan tetap akan melantik 182 Kepala Desa Terpilih dalam Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Demak, meski pun masih terjadi sengketa.


Hal tersebut disampaikan Bupati Demak, Estianah, di Pendopo Kabupaten Demak, Selasa (1/11) siang. Menurut Bupati, pelantikan kepala desa terpilih sudah sesuai jadwal dan tidak dapat ditunda.

"Memang ada beberapa desa yang mengirimkan surat keberatan dan meminta untuk menunda pelantikan. Namun, kami sudah ambil keputusan untuk tetap melakukan pelantikan. Kalau ada yang masih keberatan, silakan untuk menempuh jalur hukum di PTUN," ungkap Bupati Demak.

Ada beberapa desa yang masih terjadi sengketa pilkades pada 16 Oktober lalu.  Seperti di Desa Gemulak, Kecamatan Sayung, yang terjadi konflik karena selisih satu suara, dan Desa Klampok Lor, Kecamatan Kebonagung, yang hasil suara sama.

“Kita prinsipnya dari pemkab, jika ada aduan, Kita langsung lakukan klarifikasi, jika ada persetujuan panitia dan saksi, sudah setuju semua dan pengajuan ke kecamatan, kita lakukan pelantikan. Kalau persoalan yang draw, karena memang sesuai peraturan itu terkait sebaran TPSnya. Insya Allah mereka berdua (Calon Kades) menerima. Kita siap kalau ada yang memilih melayangkan aduan ke PTUN,” tambah Estianah.

Sementara itu, Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia Kabupaten Demak, Zaidun, mengatakan, rencana pelantikan yang digelar sebelum 30 hari pilkades, terkesan tergesa-gesa. 

"Ini kan belum ada 30 hari pemilihan. Pilkades tanggal 16 Oktober, pelantikan tanggal 2 November, ada apa?. Seolah olah pemerintah daerah tidak memberikan kesempatan kepada para calon kepala desa untuk mengajukan keberatan dan mendapat keadilan," ujar Zaedun.

Direncanakan, pelantikan 182 Kepala Desa terpilih dalam Pilkades 16 Oktober lalu, akan dilakukan pada besok, Rabu (2/11) pagi.