Bawaslu Demak Minta Parpol Tertibkan APS Sebelum Penetapan DCT

Kepala Sekretariat Bawaslu Demak dan Komisioner Bawaslu Demak, saatrapat Persiapan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu Tahun 2024, di Hotel Amantis Demak, Senin (30/10).
Kepala Sekretariat Bawaslu Demak dan Komisioner Bawaslu Demak, saatrapat Persiapan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu Tahun 2024, di Hotel Amantis Demak, Senin (30/10).

Bawaslu Demak meminta Parpol menertibkan APS (alat peraga sosialisasi)  sebelum penetapan DCT.

Hal itu disampaikan Komisioner Bawaslu Demak, Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Demak, Muhhamad Khaerul Alimin, saat rapat Persiapan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu Tahun 2024, di Hotel Amantis Demak, Senin (30/10).

Ia mengatakan, setelah penetapan DCT pihaknya bersama Satpol PP akan menertibkan semua APS. Untuk itu, Partai Politik (Parpol) dan calon legislatif peserta Pemilu diminta menertibkan sendiri APS berupa baliho, spanduk, umbul-umbul sebelum penetapan DCT. 

"Semua alat peraga akan diterbitkan oleh Bawaslu, bekerja sama dengan satpol PP. Boleh dipasang kembali pada masa kampanye yakni 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024," ujarnya.

Dijelaskan, pada  4-27 November 2023 adalah masa jeda di mana semua parpol dilarang kampanye dalam bentuk apa pun, namun boleh menggelar pertemuan internal terbatas.

"Dengan catatan, ada surat pemberitahuan satu hari sebelum kegiatan. Jadi, mohon untuk kawan-kawan parpol untuk bisa memahami itu," ujarnya.

Bawaslu siap menangani sengketa dalam proses Pemilu jelang penetapan DCT. Karena pasca penetapan tidak menutup kemungkinan ada peserta pemilu yang merasa dirugikan sehingga melapor ke Bawaslu.

"Jika nanti ada peserta pemilu yang merasa dirugikan akibat surat keputusan penetapan DCT, kami dari Bawaslu Demak siap menyelesaikan sengketa,"pungkasnya.