BBM Naik, KPTS Ajak Masyarakat Gunakan Angkutan Umum

Kenaikan harga BBM mendorong Komunitas Peduli Transportasi Kota Semarang (KPTS) mengajak masyarakat menggunakan angkutan umum.


"Ayo gunakan angkutan umum, transportasi publik. Menang angkutan umum saat ini belum ideal seperti harapan masyarakat,  namun Trans Jateng sudah memulai koridor 1 Stasiun Tawang-Terminal Bawen," ujar Ketua KPTS Theresia Tarigan, Sabtu (3/9).

Tere, sapaan akrabnya mengatakan, perkembangan yang baik selama 5 tahun ini diharapkan lebih ditingkatkan cakupan layanannya agar semakin sesuai dengan asal dan tujuan pekerja di Kota Semarang dan sekitarnya (Kedungsepur). 

Saat beraudiensi dengan Komisi D DPRD Jateng, Jumat (2/9),  kata Tere, KPTS meminta Komisi D DPRD Jateng untuk mendesak Pemerintah Provinsi Jateng selaku penerima pajak kendaraan bermotor (PKB)  mengembalikan ke masyarakat dalam bentuk subsidi angkutan umum.

Tere mengatakan, Koridor Terminal Penggaron belum mencapai Perwodadi. Bahkan Kota Demak dan Kota Salatiga sebagai bagian dari konstelasi aglomerasi Kedungsepur belum dilayani Trans Jateng. 

"Dengan membangun rute utama sebagai back bone maka pemkot/kab melengkapi konektivitas dengan menetapkan rute feeder sistem bus yang terpadu," ujar Tere.

Trans Jateng dan Trans Semarang, kata Tere,  diharapkan bersinergi sehingga penumpang tidak mesti ganti bis dan melakukan pembayaran lagi. 

Subsidi kepada buruh sebesar 50% hanya pada buruh yang memiliki kartu BPJS, seragam, dan id card. Dia meminta, sebaiknya buruh informal dapat mengajukan kartu diskon sehingga setiap menggunakan Trans Jateng dan Trans Semarang mendapat diskon. 

Bendahara KPTS Nani Surani menambahkan,  diskon ongkos 50% sebaiknya juga diberikan kepada lansia agar lansia tetap aktif berkegiatan dan mencapai halte bis dengan berjalan kaki akan menyehatkan tubuh. 

"Ukuran keberhasilan angkutan umum adalah persentase warganya yang menggunakan angkutan umum. Memang mencapai 60% pengguna angkutan umum tidak mudah, namun jika upaya ini berkolaborasi dengan pemerintah pusat terkait kebijakan leasing kendaraan pribadi, subsidi bbm, SOP SIM yg lebih ketat, pajak kendaraan pribadi, kebijakan parkir, maka lebih mudah mendapatkan skala ekonomi angkutan umum," paparnya.

Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri mengatakan, anggaran untuk Trans Jateng sudah sangat besar. 

"Ini suatu  bukti bahwa kami pro angkutan umum," ujar Alwin.

Tere mengakui, membangun sistem angkutan umum membutuhkan anggaran besar dan perlu disubsidi mengingat manfaatnya bagi masyarakat dalam menghemat pengeluaran untuk mobilitas keluarga. 

Hal ini dapat dilihat dari besarnya minat masyarakat menggunakan Trans Jateng yang pelayanannya sangat baik. Anggota KPTS membuktikan sendiri kualitas pelayanan yang baik karena secara rutin mengevaluasi setiap koridor sekaligus menjadi acara diskusi sembari piknik yang tidak jauh dari Kota Semarang. 

Sedangkan dampak lainnya terhadap lingkungan dan perekonomian keluarga bisa  dikembangkan, karena tidak semua pendapatan habis untuk mencicil beberapa sepeda motor.

Kendaraan pribadi konvensional berkontribusi pada peningkatan gas rumah kaca yang berdampak pada kenaikan suhu udara. Demikian juga peningkatan polusi udara. Kebutuhan ruang jalan dan parkir memangkas ruang terbuka hijau.

"Terbukti hanya daun-daun pohon yang mampu mengonversi zat polutif CO2 menjadi oksigen," ujar Tere, yang sejak 2018 rutin membagi bibit penghijauan dan tanaman hias secara gratis kepada masyarakat.