Bea Cukai Dorong Pengrajin Ciu Bekonang Produksi Turunan Alkhohol

Kantor Bea Cukai Surakarta akan mengeluarkan ijin bagi pengrajin ciu Bekonang dengan memberi label legal untuk memproduksi produk- produk turunan dari alkohol. 


Misalkan alkohol 70%, hand sanitizer dan produk kesehatan lain yang tidak berbahaya bagi kesehatan.

"Kedepan perajin ciu mendapatkan izin, tapi bukan produk seperti yang ada saat ini yang hanya disuling sekali, kadarnya hanya 20% dan dikonsumsi sebagai miras. Akan tetapi digunakan untuk produk produk lain," jelas Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso, saat Media Gathering Bea Cukai Surakarta bersama media, Kamis (12/1). 

Selama ini diketahui ciu yang sat ini ada di pasaran  berupa minuman keras (miras) yang merupakan sulingan pertama dengan kadar 20%. 

Banyak digunakan masyarakat dan dijual di pasar berupa minuman keras (miras) yang merupakan sulingan pertama dengan kadar 20%.

Dari Bea Cukai berharap ada peningkatkan penyulingan kedua dan ketiga hingga kadarnya mencapai 70%. Nantinya menjadi alkohol yang menghasilkan produk turunan yang bermanfaat bagi kesehatan.

"Prosesnya akan kita awasi agar tidak menjadi miras lagi, akan kita bimbing dan kawal,” lanjut Budi. 

Bukan hanya memberikan memberi izin saja, namun Bea Cukai akan memberi fasilitas untuk peralihan produksi. Meski nanti peralihan produksi itu tidak akan mudah karena produksi ciu itu merupakan pekerjaan turun temurun.

"Terpenting pengrajin dan karyawan tetap bekerja, hanya kita arahkan ke legal, tidak membahayakan dari segi kesehatan. Dan untuk limbahnya juga akan kita arahkan pengolahannya,” tandas Budi. 

Untuk itu pihaknya telah melakukan sosialisasi dengan menggandeng Pemkab Sukoharjo. Termasuk melakukan pemetaan pada perajin ciu Bekonang di Mojolaban dan Polokarto juga dilakukan. 

"Kita lakukan pendekatan dan memberikan pemaparan bagaimana konsep ke depan. Semua pihak sudah setuju," tutupnya.