Berdiri Sebelum Kemerdekaan RI, Ponpes Rafirna Konsisten Produksi Ulama

Siapa sangka di Tersono, Kabupaten Batang,  terdapat pondok pesantren tradisional yang umurnya melebihi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Didirikan pada 1934 oleh Kyai H Jamhuri bin Nuh,  Pondok Pesantren Rafirna (Roudlatu Firqotin Najiyyah) hingga saat ini masih eksis.

Masih memegang teguh kurikulum salaf,  Ponpes Rafirna tidak berlebihan dalam mencari santri.

"Setiap tahun kami menerima 200 santri, setiap tahun seperti itu," kata gus Misbah, putra pemgasuh Ponpes Rafirna, di rumahnya,  Senin (28/10/2019) pagi.

Ia bercerita, pendiri ponpes Rafirna merupakan santri dari Ponpes Tremas Pacitan.

Tidak punya keturunan hingga akhir hayatnya,  pada 1943, kepengurusan Ponpes Rafirna diteruskan oleh santri dan adik kelasnya.

Kini,  pengasuh ponpes Rafirna adalah KH Busyairi Ahmad, ayah dari misbakh.

"Santri kami berasal dari berbagai daerah,  mulai dari sekitar Jawa hingga Sumatra," tuturnya.

Misbah berujar bahwa tahun ini,  ada yang baru dari Ponpes Rafirnan,  yaitu pihaknya membuka SMP tahasus al quran.

"Lulusan santri di SMP itu minimal hafal lima juz alquran," jelasnya.

Hingga kini,  rata-rata alumni Ponpes Rafirna banyak yang jadi ulama di masing-masing daerah asalnya.

Adapun, saat ini,  pondoknya baru memgajar dengan dua bahasa yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia.

"Tahun depan kami ada english area," tuturnya.