BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Ahli Waris Supeltas Sebesar Rp 70 juta

Penyerahan santunan JKK BPJS ketenagakerjaan Surakarta pada ahli waris Supeltas.
Penyerahan santunan JKK BPJS ketenagakerjaan Surakarta pada ahli waris Supeltas.

BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) kembali menyerahkan santunan manfaat program Jaminan Kematian kepada ahli waris Irianto, seorang Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas), yang meninggal.


Irianto merupakan peserta program Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS Ketenagakerjaan, hingga mendapatkan santunan sebesar Rp 70 juta.

Penyerahan santunan diberikan oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta Tonny WK didampingi anggota DPR-RI Komisi IX Rahmad Handoyo, pada Sri Marsini ahli waris, secara simbolis.

"Masih banyak pekerja terutama pekerja mandiri atau informal (BPU) yang belum daftar BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, perlindungan program BPJS Ketenagakerjaan sangat penting bagi setiap pekerja, yakni untuk melindungi diri dalam bekerja mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia." Ungkap Rahmad Handoyo, Selasa (10/10/2023).

Pada kesempatan itu juga Rahmat handoyo dan BPJS Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan di Kelurahan Serengan, Surakarta. Kegiatan) ini dihadiri lebih dari 300 pekerja mandiri atau bukan penerima upah (BPU).

Untuk itu, Rahmad minta pada BPJS Ketenagakerjaan terus melakukan sosialisasi pada seluruh pekerja, termasuk pada pekerja BPU seperti pedagang, petani, pelaku UMKM, driver ojol, dan pekerja mandiri lainnya.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta Tonny WK menyampaikan terimakasih pada Anggota Komisi IX DPR RI yang selama ini ikut aktif mendorong masyarakat pekerja daftar BPJS Ketenagakerjaan guna mencegah terjadinya resiko sosial ekonomi akibat resiko kerja.

"BPJS Ketenagakerjaan mendapat amanah undang-undang untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan pada seluruh pekerja melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)," pungkas Tonny.