Buka Rakor Baznas, JK Ingatkan Zakat Menciptakan Keadilan Di Tengah Masyarakat

Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla membuka rapat koordinasi zakat nasional 2019 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Balai Kota Solo, Senin (4/2) malam.


Kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini disambut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo.

Dalam sambutannya Jusuf Kalla sampaikan, zakat adalah ibadah dan bagian dari rukun Islam yang merupakan pilar agama Islam dan wajib dilaksanakan umat Islam yang dirasa mampu untuk melaksanakannya.  

"Zakat itu juga memiliki fungsi menciptakan keadilan di tengah masyarakat. Dimana masyarakat yang mampu memberikan zakat kepada orang yang tidak mampu," ucap Jusuf Kalla, Senin (4/3) malam.

Kesadaran masyarakat Indonesia juga baik, terbukti zakat yang dihimpun oleh Baznas setiap tahun naik jumlahnya. Menurutnya, manfaat juga zakat sangat luar biasa.

Sementara Ketua Baznas Prof Dr Bambang Sudibyo mengatakan, rakornas di Kota Solo akan diikuti sekitar 700 peserta, baik dari Baznas pusat, provinsi, kabupaten/kota,  perwakilan lembaga amil se-Indonesia, perwakilan Biro Kesra Provinsi, Perwakilan Kanwil Kemenag dan lainnya. Digelar selama tiga hari Senin hingga Rabu mendatang.

Ditambahkan Bambang, rakornas zakat ini untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan zakat. Termasuk juga memperkokoh peran BAZNAS dan lembaga amil zakat (LAZ) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menanggulangi kemiskinan.

Menurutnya, pemahaman juga kesadaran umat Islam di Indonesia untuk menjalankan  kewajiban membayar zakat sesuai syariah dan peraturan perundang-undangan telah meningkat dengan amat baik.

"Pengumpulan zakat, infak dan sedekah di tahun 2018  ecara nasional masih dalam penghitungan namun nilainya diperkirakan bisa melampaui target Rp8 triliun," tandasnya.