Bukti Rekaman Muncul di Sidang Agen Kapal Lawan Pengelola Pelabuhan PLTU Batang

Kuasa hukum keagenan kapal PT Sparta Putra Adhiyaksa, M Zaenudin menyerahkan sembilan bukti dalam sidang perdata melawan pengelola pelabuhan khusus PLTU Batang. Salah satu bukti yang diserahkan berupa rekaman suara.


PT Aquila Trasindo Utama (ATU) selaku pengelola Pelabuhan Khusus PLTU Batang menggugat PT Sparta Putra Adhyaksa (SPA). Sidang itu dipimpin hakim Patria Gunawan.

"Kemarin kami menyerahkan sembilan bukti, termasuk rekaman suara yang di dalamnya ada pernyataan banyaknya Lembaga Sawadaya Masyarakat (LSM) yang memeras penggugat," katanya saat menghubungi RMOL Jateng, Selasa (25/10) pagi.

Zaenudin menjelaskan bahwa pihaknya juga punya  bukti 16 invoice yang diduga dipalsukan. Namun, bukti itu sedang digunakan untuk perkara pidana kasus dugaan tagihan fiktif.

Ia pun mencermati pihak penggugat tidak menunjukkan bukti contoh invoice asli jasa pandu tunda pada sidang sebelumnya.

"Soal rekaman suara, biar pihak penggugat yang menjabarkan," jelasnya.

Di sisi lain,  kuasa hukum PT Aquila Trasindo Utama, Oktrian Sitepu menganggap bukti yang disampaikan tergugat tidak ada relevansinya dalam sidang. Ia justru menunggu bukti 16 invoice yang dilaporkan.

"Kami tunggu yang diduga dipalsukan itu karena akan kami konfrontasikan dengan data kami," ujarnya.

Adapun terkait rekaman, hal itu sebelum terjadi laporan polisi. Menurutnya, jika tidak ada pandu tunda harusnya mengadu ke Unit Pelayanan Pelabuhan (UPP) sebagai pengawas.