Buruh Cuci Dijambret Saat Mencari Kerjaan di Ungaran

Warga Kabupaten Semarang saat menunjukkan bekas luka dijambret saat hendak mencari pekerjaan, Rabu (17/1).
Warga Kabupaten Semarang saat menunjukkan bekas luka dijambret saat hendak mencari pekerjaan, Rabu (17/1).

Seorang perempuan lanjut usia (lansia) Sriyati (70) warga Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang dijambret saat akan mencari pekerjaan, Rabu (17/1).


Dia mengalami peristiwa tersebut saat melintas di kawasan Jl. Kenanga Kel. Genuk KecamatanUngaran Timur Minggu (14/1). Berdasar informasi dari warga Jl. Kenanga bernama Rina (41) berniat memanggil korban memakai jasa korban, untuk mencuci dan menyeterika di rumahnya.

Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra mengungkapkan, melalui Polsek Ungaran telah menyambangi rumah korban di Dusun Kelurahan Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

"Meskipun korban tidak melapor, namun dari petugas Polsek Ungaran bergerak ke rumah korban yang berada di Kecamatan Jambu," terangnya.

Kapolsek Ungaran Kompol Giri Nawantono menambahkan, kejadian bermula saat korban menghubungi Rina terkait pekerjaan mencuci atau seterika di rumah ibu Rina.

"Korban memang sudah terbiasa menjadi buruh cuci dan setrika harian di lingkungan Kenanga tersebut," terang Kompol Giri Nawantono.

Pada hari itu, korban diminta Rina untuk mencuci dan seterika dirumahnya.

Korban berangkat dari Kecamatan Jambu sekitar pukul 08.00 WIB, dan sampai di Jl. Kenanga tempat kejadian korban dijambret setelah sebelumnya dipepet seseorang mengendarai kendaraan roda dua dan mengambil tas milik korban.

Berhasil menggondol incarannya, pelaku melarikan diri masuk ke arah perkampungan.

"Korban sempat meminta tolong dengan berteriak, namun karena situasi yang sepi korban akhirnya bertemu ibu-ibu yang selesai kegiatan PKK," bebernya.

Lantaran situasi sepi, korban terus berjalan hingga depan Masjid Baitul Nur. Korban tiba di depan masjid korban sempat pingsan setelah bertemu sejumlah ibu-ibu perkampungan pulang dari kegiatan PKK.

Atas kejadian dialami, korban mengalami kerugian berupa satu unit handphone Merk Samsung Galaxy M.10 dan uang tunai Rp35.000, dibawa korban di dalam tas kecil.

Saat ini korban sudah melakukan pelaporan di Polsek Ungaran. Polres Semarang mengimbau kepada warga Kabupaten Semarang, khususnya apabila berjalan di situasi lengang atau sepi untuk berhati-hati atas barang dibawa.