Cerita Jongkie Tio Dimarahi Keluarga Belanda Usai Makan Tahu Pong

Kebersihan jadi faktor utama dalam pengembangan wisata kuliner.


Hal itu dikatakan pemilik restoran Semarang, Jongkie Tio di acara Bimbingan Teknis Pengembangan Destinasi Wisata Kuliner dan Belanja Kota Semarang.

"Saya pernah bawa sekeluarga Belanda menikmati tahu pong. Mereka berterima kasih karena diajak makan makanan lezat yang belum pernah mereka rasakan," katanya di Hotel Santika Premiere, Jumat (20/9).

Saat menuju keluar, keluarga dari Belanda itu melihat seorang wanita jongkok di depan ember lawas yang kusam.

Tamu Jongkie Tio itu tahu kalau wanita itu adalah pegawai warung yang sedang mencuci piring.

"Saya langsung dimarahi, katanya kalau mati mau tuntut saya. Mungkin hal ini bisa jadi masukkan untuk pemerintah kota, agar meninjau kebersihan tempat kuliner," tutur pengamat sejarah peranakan Tiong Hoa itu.

Ia mengatakan, setiap kali menerima tamu dari luar negeri, hal yang pertama kali dilihat adalah toilet dan dapur suatu rumah makan.

Selain kebersihan, terdapat juga beberapa masukkan lain dalam program bimbingan teknis yang diadakan Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional II, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kemenpar itu.

Dalam paparannya, Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari menyebut bahwa potensi pengembangan pariwisata Kota Atlas itu ada di 177 kelurahan.

Terkait wisata kuliner, pihaknya mencatat di kota Semarang terdapat 174 rumah makan, 190 restoran, 126 cafe, 81 bar dan 32 spa.

"Kalau soal kuliner sekarang tidak kalah dengan Solo. Kota Semarang punya beberapa kuliner khas yaitu tahu pong, tahu petis, mi kopyok, wingko, tahu gimbal, wedang tahu," tuturnya.

Untuk mendukung pengembangan pariwisata, Pemerintah Kota Semarang membangun sarana dan prasarana seperti taman, pusat kuliner hingga fasilitas olahraga.

"Posisi Kota Semarang ada di tengah dan juga selalu mendukung wisata joglosemar dan kedungsepur," jelasnya.

Adapun kunjungan wisatawan mancanegara di Kota Semarang mencapai 66.105 dan wisatawan nusantara, 5,7 juta pada 2018.