Dapat Keluhan Dari Ojol, DPUPR Batang Laporkan Jalan Berlubang Pantura Ke Pusat 

Kondisi Jalan Rusak Jalur Pantura, Kabupaten Batang. Dokumentasi/Bakti Buwono/RMOLJateng
Kondisi Jalan Rusak Jalur Pantura, Kabupaten Batang. Dokumentasi/Bakti Buwono/RMOLJateng

Kerusakan jalan di jalan nasional Pantura Batang mendapat tanggapan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang. Kepala Bidang Prasarana Jalan dan Jembatan DPUPR Batang, Endro Suryono, menyatakan sudah berkomunikasi dengan satuan kerja (Satker) Jalan Nasional.


"Kamis sudah komunikasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 sudah statement maksimal. Hari Kamis seluruh ruas jalan nasional harapannya tertambal," katanya saat ditemui di kantornya, Rabu (20/03).

Ia mengatakan, pernyataan itu ditambahi dengan catatan bila kondisi cuaca mendukung. Tidak hanya dirinya, berbagai pihak pun juga mengeluhkan jalan tidak termasuk Satlantas.

Endro menyebut keluhan muncul dari masyarakat hingga driver ojek online. Karena itu, ia mengapresiasi itikad baik PPK 1.2.

Terkait penambalan, ia menyatakan bahwa yang terpenting adalah keamanan untuk para pengendara. Namun, untuk kenyamanan diakuinya masih kurang, sebab hanya menambal.

"Kalau yang saya amati sampai hari ini yang belum ditambak adalah spot UPTD Subah sampai Universitas Slamet Sri, baik jalan arah Jakarta mau pun Semarang," jelasnya .

Endro menganalisa kerusakaan Jalan Pantura dipengaruhi oleh dua hal. Pertama adalah curah hujan yang tinggi. Kedua, banyaknya angkutan barang yang bebannya overload atau melebihi tonase.

Sebelumnya, jalur Pantura di Kabupaten Batang saat ini menghadapi kondisi yang mengkhawatirkan. 

Lubang-lubang besar yang tersebar dari perbatasan Kendal hingga Pekalongan menjadi ancaman serius bagi pengendara, dengan beberapa kecelakaan yang telah terjadi.

Hal itu disampaikan oleh Kasatlantas Polres Batang, AKP Wigiyadi, yang melakukan inspeksi mendalam terhadap kondisi jalan yang rusak. 

Ia menemukan bahwa lubang-lubang tersebut tidak hanya besar, tetapi juga dalam. Hal itu menyebabkan risiko tinggi bagi pengendara motor dan kerusakan serius pada kendaraan.

"Musim hujan ini telah menyebabkan kerusakan signifikan pada Jalur Pantura di wilayah Batang, khususnya di daerah Sambong, Tulis, Subah, Banyuputih, dan Kalisari," kata AKP Wigiyadi saat meninjau kerusakan di Pantura Sambong, Kamis (14/03).