Densus 88 Amankan Dua Terduga Teroris Di Kendal

Tim Densus 88 Anti Teror Polri mengamankan dua warga Kendal yang diduga terlibat jaringan teroris Jamaah Islamiyah, Jumat (13/8).


Dua warga yang diamankan yakni BR warga kelurahan Kebondalem kecamatan Kendal Kota dan NPH warga kelurahan Bugangin kecamatan Kendal Kota. 

Setelah melakukan penangkapan terhadap keduanya, tim densus kemudian melakukan penggeledahan di rumah NPH lebih dulu. 

"Saya baru tahu kalau suami saya ditangkap polisi pagi tadi. Tadi kan polisinya kesini dan memberitahu kalau suami saya ditangkap karena terlibat jaringan Jamaah Islamiyah terus polisi lakukan penggeledahan," kata istri terduga teroris, Nur Sapto Hariani, Jumat (13/8). 

Nur menerangkan, sempat ditanya oleh petugas terkait pengetahuan tentang Jamaah Islamiyah dan keterlibatan suaminya di dalam jaringan tersebut. 

"Saya sempat ditanya oleh petugas apa saya tahu soal Jamaah Islamiyah dan saya jawab kalau saya cuma tahu dari televisi. Kemudian mereka nanya soal keterlibatan suaminya dengan jaringan Jamaah Islamiyah dan jawab saya ngga tahu," terangnya.

Lebih lanjut Nur menjelaskan, polisi berpakaian preman menggeledah seluruh ruangan termasuk barang-barang milik suaminya seperti handphone, komputer dan buku-buku Islam. Petugas juga membawa handphone, CPU, laptop dan buku. 

"Pak polisinya masuk terus geledah seisi rumah termasuk kamar tidur dan kamar tempat naruh barang-barang. Mereka juga geledah barang-barang suami saya termasuk komputer. Yang dibawa itu ada buku-buku, handphone, laptop, CPU, tas gunung milik suami saya termasuk handphone saya juga," jelasnya. 

Menurut Nur, petugas yang mendatangi rumahnya berjumlah antara enam hingga tujuh orang. Yang meminta dirinya untuk menyaksikan penggeledahan.

"Jumlah petugasnya ada sekitar enam sampai tujuh orang. Saya diminta untuk menyaksikan penggeledahan dan ada pak RT juga yang menyaksikan," tuturnya. 

Penangkapan terhadap NPH yang kesehariannya sebagai akupunktur ini berawal saat NPH berangkat sholat subuh. 

NPH yang berangkat lebih dulu untuk menjalankan sholat subuh ternyata tak juga kunjung pulang. 

"Bapak kan berangkat dulu sholat subuh dan setelah itu saya. Selesai sholat subuh kok saya ngga lihat bapak tapi saya pikir bapak sholatnya dimasjid satunya. Sampai dirumah motornya tapi hingga siang tak kunjung pulang," ungkapnya. 

Penangkapa terduga teroris juga dilakukan tim Densus 88 Anti Teror di kelurahan Kebondalem kecamatan Kendal Kota. 

Densus mengamankan satu teduga teroris BR dirumahnya, Jumat (14/8). 

Petugas juga melakukan hal yang sama dengan menggeledah seisi rumah terduga dengan disaksikan istri, adiknya dan RT setempat. 

Nur Sahid mengatakan tidak tahu waktu penangkapannya namun saat petugas akan melakukan penggeledahan, petugas meminta untuk menyaksikannya. 

"Saya ngga tahu kapan penangkapannya, tadi pagi saya cuma dihubungi polisi disuruh ke rumah mas BR. Disitu sudah ramai polisi dan saya diberitahu untuk menyaksikan penggeledahan," kata Ketua RT 1 RW1, Nur Sahid, Jumat (13/8). 

Sahid menambahkan, polisi membawa barang-barang milik BR beeupa handphone dan laptop serta tas.

"Saya cuma lihatnya barang-barang yang dibawa polisi itu laptop dan handphone juga tasnya," tambahnya. 

Sementara itu, Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto enggan memberikan komentar soal kasus penangkapan dua terduga teroris di wilayah hukumnya dan menyerahkan kepada Polda Jateng. 

"Saya ngga bisa kkasih komentar mas, nanti biar Polda Jateng saja yang memberikan rilisnya," pungkasnya.