Diduga Sering Bermalam, PNS Asal Klaten Digrebek Warga

Dua PNS pada Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, diproses secara kode etik oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng. Keduanya, Yudi Purnomo dan Aldina Fitri Khumala, keduanyab dilaporkan lantaran diduga melakukan tindak asusila.


Ketua RW 06 Kelurahan Kramas, Soepardi sebagai pelapor mengungkap dirinya gerah dengan tindakan kedua orang itu. Menurutnya, Yudi kerap bermalam bersama di rumah Aldina di Griya Tembalang Sejahtera, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang. Keduanya bahkan sudah dua kali digerebek warga atas perlakuannya itu.

Sudah dilaporkan. Saat ini,  pemeriksaan terhadap kedua terlapor dan saksi secara marathon," kata Soepardi usai diperiksa petugas BKD didampingi kuasa hukumnya, Mirzam Adli dan Samriadin, Rabu (28/3).

Mirzam menambahkan, Yudi yang merupakan atlet sepak takraw itu sudah memiliki isteri dengan dua anak yang tinggal di Klaten. Penggerebekan di rumah Aldina sudah berlangsung dua kali, pada 6 Desember 2017 dan 12 Februari 2018.

Saat penggerebekan pertama, kata Mirzam,  Yudi berhasil kabur. Namun, penggerebekan kedua akhirnya terungkap, Yudi kedapatan bermalam di rumah Aldina hingga akhirnya dibawa ke Satpol PP Kota Semarang," katanya.

Dia mengatakan, sebelum penggerebekan pertama, pada 5 Desember 2017, warga mengadakan rapat bersama ketua RT di RW 06 terkait permasalahan keamanan dan sosial.

Atas rapat tersebut, kliennya menuliskan memo kepada satpam perumahan, apabila ada seorang pria membawa mobil Jazz silver agar ditahan terlebih dulu.

Yang bersangkutan itu Yudi, tamu laki-laki yang kerap berkunjung di rumah Aldina, berstatus single. Yakni, pada malam hari dan pulang menjelang subuh tanpa izin RW," imbuh dia.

Sementara itu, BKD menurunkan empat penyidik atau pemeriksa untuk menangani aduan ini, salah satunya Taufik Hidayat. Melalui telepon selulernya, Taufik membenarkan adanya pemeriksaan terhadap para saksi maupun teradu.

''Saya masih di dalam ruangan, nanti saja. Ini masih melakukan pemeriksaan,'' tandasnya kepada wartawan.

Di sisi lain, Aldina belum dapat dimintai keterangan. Dihubungi lewat telepon seluler maupun pesan SMS atau whatsapp, yang bersangkutan tidak merespons.