Dijerat Pasal UU ITE Soal Karimunjawa, Kuasa Hukum Daniel Frits Mentahkan Dakwaan JPU

Perjuangan warga Karimunjawa dan para aktifis lingkungan hidup mendesak penegak hukum agar Daniel Frits Tangkilisan dibebaskan dari dakwaan kasus UU ITE terus disuarakan. RMOL Jateng
Perjuangan warga Karimunjawa dan para aktifis lingkungan hidup mendesak penegak hukum agar Daniel Frits Tangkilisan dibebaskan dari dakwaan kasus UU ITE terus disuarakan. RMOL Jateng

Perjuangan warga Karimunjawa dan para aktivis lingkungan hidup mendesak penegak hukum agar Daniel Frits Tangkilisan dibebaskan dari dakwaan kasus UU ITE terus disuarakan. Demo massa tetap dengan tuntutan sama di depan Pengadilan Negeri (PN) Jepara.  

Unjuk rasa tersebut dilakukan bersamaan digelarnya sidang kedua Daniel Frits, terkait  kasus informasi dan transaksi elektronik di ruang Chandra PN Jepara, Selasa (20/2) pukul 10.00 WIB.  

Daniel Frits Maurits terdakwa kasus UU ITE sekaligush aktivis lingkungan Karimunjawa ini, menjalani sidang kedua dengan agenda pembacaan eksepsi. Dalam sidang terssebut, kuasa hukum terdakwa membantah seluruh dakwaan dilontarkan jaksa penuntut umum (JPU).

Tim kuasa hukum dari Koalisi Advokat Peduli Pejuang Lingkungan Hidup ini menyebut, Daniel sebagai pejuang lingkungan, dalam sidang dipimpin Hakim Ketua Parlin Mangantas Bona, Hakim Anggota Joko Ciptano dan Yusuf Sembiring.

Tim kuasa hukum terdakwa, Muhnur Satyaprabu menyampaikan, eksepsi secara utuh terdakwa Daniel dalam sidang kedua kali ini. Ia membantah semua dakwaan diajukan oleh jaksa penuntut umum.

"Eksepsi hari ini adalah menyampaikan secara utuh sebetulnya kegiatan apa saja saudara Daniel, kita akan membantahnya dengan kasus secara utuh dan tidak diframing," ujar Muhnur usai sidang di PN Jepara, Selasa (20/2).

Dari pembacaan eksepsi tersebut, kata Muhnur, terungkap fakta terdakwa sejak dulu memperjuangkan lingkungan hidup Karimunjawa. Sehingga dugaan kasus UU ITE menjerat terdakwa dengan komentar otak udang adalah citraan semata di media sosial.

"Kami penasihat hukum juga menyampaikan fakta-fakta Daniel dari dulu sudah memperjuangkan lingkungan hidup Karimunjawa. Sehingga kutipan yang menjadi dakwaan itu framing sehingga dia menjadi terdakwa," imbuhnya.

Berdasarkan perundang-undangan kasus menjerat terdakwa Daniel, Muhnur menilai  kasus tersebut tidak bisa dilanjutkan. Sebab Daniel merupakan masyarakat sedang berpartisipasi memperjuangkan lingkungan tercemar, diduga akibat limbah tambak udang ilegal di Pulau Karimunjawa.

Sementara itu, massa memberikan dukungan moril kepada Daniel Frits dengan membawa puluhan spanduk tulisan berisi desakan dan kecaman agar terdakwa dibebaskan. Selain itu, massa datang sejak pukul 09.30 WIB juga bergantian berorasi di depan PN Jepara.

Sejumlah spanduk dibentangkan massa intinya agar Daniel dibebaskan hingga tutup tambak udang ilegal. Spanduk tersebut diantaranya "Usaha ilegal dibiarkan yang benar disingkirkan", "Tutup tambak ilegal di KSPN Karimunjawa," dan "Bongkar bekingan tambak ilegal".

Perwakilan massa, Falah mendesak aparat penegak hukum untuk segera membebaskan Daniel. Alasannya, karena Daniel tidak bertindak kriminal dan memperjuangkan lingkungan di Karimunjawa.

Falah bersama ratusan warga Karimunjawa serta para aktivis lingkungan hidup, mengaku siap mengawal semua tahapan persidangan kasus menjerat terdakwa Daniel Frits Maurits.