Dilanda Kekeringan, Warga Membuat Belik Untuk Keperluan Air Bersih

Musim kemarau datang, kesulitan memperoleh air bersih seakan menjadi pemandangan yang biasa di Grobogan. Seperti yang terjadi di Desa Karanganyar, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan.


Sejak sebulan terakhir, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan memanfaatkan air belik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka rela mengantri untuk mendapatkan air bersih. 

Warga memanfaatkan aliran sungai dengan membuat sumur kecil (belik), sedalam satu meter untuk mencukupi kebutuhan mandi, mencuci, memasak dan minum ternak. 

“Warga setiap hari mengantri  di belik di sepanjang sungai ini untuk mendapatkan air bersih,” kata Hamdan, warga Desa Karanganyar, Selasa (18/7). 

Warga harus menempuh jarak hingga satu kilometer untuk mendapatkan air bersih. Menurutnya, kondisi sumur  di pemukiman  yang sudah mengering memaksa warga untuk membuat sumur baru di daerah aliran sungai yang sudah mengering. 

“Warga secara swadaya membuat sumur sendiri. Ini belum parah kekeringannya.  Jadi belum banyak sumur yang   dibuat. Sumur yang sudah mengering, tidak mengeluarkan mata air lagi,  maka sumur itu ditinggalkan dan akan membuat sumur baru lagi,” ungkapnya.

Warga desa yang kebanyakan memiliki hewan ternak, membuat kebutuhan akan air bersih semakin banyak.

"Ini juga untuk minum ternak sapi di rumah.  Jadi setiap hari harus mengambil air di sini. Kadang sampai sepuluh kali," katanya. 

Warga berharap, dinas terkait segera memberikan bantuan air bersih untuk mereka.

Menurutnya, selama ini, mereka belum pernah mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah maupun swasta.

”Tiap hari ya harus antri begini. Kami berharap pemerintah membantu air bersih atau sumur untuk warga Desa Karanganyar sini,” ungkap Saiful Hidayat, warga lain.