Dinsos Jateng Beberkan Peran 30 Perusahaan Swasta di Bidang Sosial

Sekitar 30 perusahaan di Jawa Tengah bergabung dalam kelompok kerja (pokja) bidang sosial, tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSLP).


Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Nur Hadi Amiyanto menyatakan, pokja itu dibentuk untuk menyalurkan CSR perusahaan itu agar seiring dengan program pemerintah Jateng.

"Seluruh anggota hingga ketua merupakan perusahaan swasta dan sekretariatnya berada di Dinas Sosial Jateng," katanya pada RMOL Jateng, Rabu (22/5).

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinsos Jateng, Wadyo Basuki menambahkan pokja TJSLP itu sudah terbentuk sejak tahun lalu.

Hingga saat ini, perusahaan yang tergabung dalam pokja telah ikut membantu meringankan beban pemerintah provinsi Jawa Tengah, khususnya di bidang pembangunan kesejahteraan sosial.

Beberapa kegiatannya antara lai. perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, pemberian obat dan pemeriksaan gratis, pemberian bantuan bibit tanaman keras untuk penghijauan, bantuan mobilitas panti pelayanan sosial berupa mobil ambulance dan sebagainya.

"Dalam waktu dekat ini, rencananya pada 28 Mei 2019 sore, pokja TJSLP bidang kesos akan melaksanakan bakti sosial di panti wening werdoyo, Ungaran, Kabupaten Semarang," jelasnya.

Peran dunia usaha berpartisipasi dalam pembangunan daerah provinsi Jawa Tengah tertuang dalam perda nomor 2 tahun 2017 tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSLP)

Semua perusahaan yang berada di Jawa Tengah wajib melaksanakan TJLSP.

"Kecuali perusahaan dengan mikro dan kecil tidak wajib melaksanakan, namun dimungkinkan juga melaksanakaj TJLSP sesuai kemampuan dan kondisi perusahaan," jelasnya.