Disbudpar Kota Semarang Latih Warga Sunan Kuning Kembangkan Wisata Kuliner

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mulai membina warga yang akan terdampak penutupan lokalisasi Sunan Kuning Semarang.


Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengajak warga RW 4, kelurahan Kalibanteng Kulon tersebut ikut Pelatihan Pengembangan Destinasi Kuliner dan Homestay.

"Di sana ada potensi kuliner, maka kami masukkan ke kelas wisata kuliner," katanya di Hotel Star, Rabu (18/9/2019).

Ia mengatakan, kawasan resosialisais argorejo (SK) punya potensi wisata kuliner. Karena itu, pihaknya sengaja mencampurkan warga Sunan Kuning itu  dengan para pelaku usaha kuliner.

"Sehingga mereka bisa belajar, oh begini toh, caranya mengembangkan," tuturnya.

Ia mengatakan, upaya pelatihan hanya satu dari program pembinaan untuk warga terdampak penutupan lokalisasi.

Iin, sapaan akrabnya, juga akan membentuk pokdarwis sekaligus mendampingi agar mindset warga berubah.

Kasi kesos kelurahan Kalibanteng Kulon, Fransisca Endang berharap pelatihan wisata bisa mengubah mindset warga.

Pihaknya mengakui butuh pendampingan secara berkelanjutan agar kelangsungan kehidupan warga tetap berjalan.

"Kalau potensi banyak, ada snack, singkong krispi. Yang paling terkenal malah tongseng dan sate kambingnya," jelasnya.

Pelatihan itu dilakukan selama tiga hari dengan rincian kegiatan di kelas selama dua hari pada 17-18 September dan 19 September kegiatan lapangan.