Disdik Kota Semarang Minta Lembaga Pendidikan Tak Gelar Studi Tur

Kepala Disdik Kota Semarang Bambang Pramusinto di dalam kegiatan pertemuan dengan para guru membahas imbauan agar seluruh sekolah sementara tidak adakan studi tur. Dicky Aditya/RMOLJateng
Kepala Disdik Kota Semarang Bambang Pramusinto di dalam kegiatan pertemuan dengan para guru membahas imbauan agar seluruh sekolah sementara tidak adakan studi tur. Dicky Aditya/RMOLJateng

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang meminta seluruh satuan pendidikan di bawahnya untuk tidak mengadakan studi tur atau karya wisata. 


Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bambang Pramusinto menjelaskan, imbauan agar sekolah tidak mengadakan studi tur sudah disampaikan ke seluruh jenjang pendidikan. 

Ia pun mengakui, jika selama ini banyak pihak khususnya wali murid adukan keberatan ke Disdik. 

"Kita akan melihat dari berbagai sisi mulai apakah studi tur itu memiliki kaitannya langsung terhadap pembelajaran sekolah dan lain sebagainya. Beberapa kali kami secara khusus mendapatkan aduan masyarakat dari wali murid keberatan terutama dalam hal biaya penyelenggaraan, maka perlu kita lihat juga ke sana," terang Bambang, Senin (20/5). 

Kegiatan semacam studi tur itu, kata Bambang, sebetulnya tidak termasuk di dalam bagian kurikulum. Jika ada pihak mengatakannya wajib diikuti, maka siswa berhak memutuskan untuk ikut atau tidak. 

Namun demikian, Disdik Kota Semarang bakal mengkaji dan membuat semacam aturan terkait, termasuk pula untuk penyelenggaraannya ke depan atau sekaligus mengeluarkan aturan resmi bila harus ditiadakan. 

"Salah jika melihat studi tur seolah wajib bagi siswa setiap tahun ajaran. Kita akan melihat lagi penyelenggaraannya di sekolah seluruh jenjang di Kota Semarang. Sehingga ada aturannya resmi, sementara kita minta seluruh satuan pendidikan tidak mengadakan studi tur," tegas Bambang.