Dishub Kota Semarang Targetkan 500 Titik Parkir Elektronik Hingga Akhir Juli

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menargetkan hingga akhir bulan Juli akan ada 500 titik yang sudah memberlakukan parkir elektronik di Kota Semarang.


Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Endro P. Martanto melalui Kabid Parkir, Joko Santosa menyampaikan hingga saat ini sudah ada 406 titik parkir yang menggunakan sistem parkir elektronik. 

Joko menyebut ada penambahan titik baru untuk parkir elektronik yakni di Jalan Hasanudin, Imam Bonjol, Indraprasta dan sekitarnya yang sudah berlaku minggu ini.

"Target hingga akhir bulan sudah ada 500 titik parkir elektronik. Nantinya, bulan Agustus tinggal maintenance," kata Joko, Jumat (8/7).

Dishub, kata dia, berencana memperluas titik parkir elektronik ke wilayah timur Kota Semarang mulai dari Jembatan Citarum ke arah Tlogosari yang meliputi Jalan tlogosari, Supriyadi, Medoho, Jolotundo dan Jalan Majapahit. Nantinya akan ada sekitar 40 titik baru yang akan diterpakan dalam waktu dekat.

"Mulai bulan ini, kami akan tambah di titik-titik tersebut. Rencananya, pelatihan kepada jukir akan dilakukan pekan depan," ucap Joko. 

Wilayah Tlogosari sengaja diterapkan parkir elektronik karena menurut Joko kawasan tersebut memiliki potensi pendapatan parkir yang cukup besar. 

Terkait dengan pengawasan, ia menilai kawasan Tlogosari masih cukup dekat dengan posko parkir elektronik yang saat ini ada di Pos Bubakan, Wahid Hasyim dan Karangayu. Sehingga diharapkan akan lebih mudah dalam melakukan pengawasan dan pemantauan.

"Pertimbangannya, wilayah timur tidak hanya masalah potensi, tapi kami melihat kekuatan pengawas juga. Dari Pos Bubakan ke sana relarif dekat. Sehingga, metode pengendalian masih batas kekuatan kami," bebernya.  

Selama masa ujicoba, pihak Dishub akan terus melakukan pendampingan kepada juru parkir (jukir) dan masyarakat dalam penerapannya. 

Pasalnya memang parkir elektronik adalah sistem baru dan masih ada beberapa hal yang belum bisa dilakukan secara maksimal.

"Kami dari Dishub akan berupaya maksimal untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pakrir tepi jalan umum dibanding tahun-tahun lalu. Kami akan berusaha secara maksimal," tuturnya. 

Sejauh ini, Joko menyebut untuk pendapatan retribusi parkir tepi jalan sudah mencapai Rp 1.2 miliar hingga awal Juli 2022. 

Meski demikian, jumlah tersebut masih cukup jauh dari target yang ditetapkan yakni Rp 4,6 miliar. Pasalnya, parkir elektronik baru mulai berjalan pada Mei lalu. 

Namun pihaknya optimistis parkir elektronik ini akan bisa mendongkrak retribusi parkir tepi jalan. 

"Retribusi sudah masuk Rp 1,2 miliar. Itu mulai settle akhir Mei saat penerapan parkir elektronik. Kalau tahun depan kami mulai 1 Januari, saya yakin akan lebih optimal," pungkasnya.