DPPPA Kota Semarang Sosialisasikan Aturan Penjualan Rokok Legal Kepada Retailer Perempuan

Sosialisasi aturan dan regulasi penjualan rokok legal kepada UMKM dan retailer perempuan. foto: dok.
Sosialisasi aturan dan regulasi penjualan rokok legal kepada UMKM dan retailer perempuan. foto: dok.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Semarang melakukan sosialisasi aturan dan regulasi penjualan rokok legal kepada UMKM dan retailer hingga agen penjual rokok khususnya kaum perempuan.


Kepala DPPPA Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki mengatakan sosialisasi ini ditujukan untuk para ibu-ibu yang memiliki usaha retail, agen maupun UMKM yang juga menjual rokok. 

Dalam kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai Kecamatan di Kota Semarang mengundang pihak bea cukai untuk menjelaskan aturan penjualan rokok legal di tengah masyarakat.

"Melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) ini kami mengundang ibu-ibu UMKM, retailer untuk mendengarkan sosialisasi aturan dan regulasi penjualan rokok di Kota Semarang," kata Ulfi di sela-sela acara sosialisasi di Hotel Oaktree Semarang, Selasa (29/8/2023).

Penekanan dalam sosialisasi ini adalah agar penjual rokok terutama ibu-ibu, mengetahui dengan betul apakah rokok yang dijual adalah rokok dengan pita cukai asli atau tidak. Pasalnya, tidak dipungkiri jika di masyarakat juga beredar rokok dengan pita cukai palsu yang dijual bebas.

Hal tersebut jelas merugikan negara. Untuk itu, melalui sosialisasi ini diharapkan kaum perempuan yang memiliki usaha tersebut paham akan rokok yang mereka jual.

"Saya harap ibu-ibu jangan tergiur dengan harga yang murah lalu dijual begitu saja padahal itu pita cukainya palsu. Sehingga jangan sampai menjual rokok dengan pita cukai palsu," bebernya.

Selain itu, dalam sosialisasi tersebut diharapkan pengusaha perempuan juga bisa mengembangkan usaha yang dimilikinya. Sehingga ada peningkatan usaha yang mampu mendongkrak ekonomi.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu turut hadir dalam kegiatan tersebut mengingatkan kepada ibu-ibu yang menjual rokok agar tidak terbuai menjual rokok tanpa pita cukai. Pasalnya, menjual rokok ilegal seperti itu juga merugikan pelaku usaha itu sendiri.

"Harapannya mereka bisa jadi pioner jika ada hal yang mencurigakan yakni rokok tanpa cukai maka mereka bisa memberitahu pihak berwajib atau bea cukai. Jangan sampai tergiur dengan harga murah tapi melanggar regulasi yang ada," jelas Ita, sapaan akrabnya.