DPRD Kota Semarang Minta Pemkot Maksimalkan PAD dari Sektor Parkir

DPRD Kota Semarang menyoroti pendapatan retribusi parkir yang dinilai masih cukup kecil dan seharusnya bisa dimaksimalkan lagi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang.


Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono mengatakan sektor parkir ini dinilai sangat berpotensi meningkatkan PAD Kota Semarang. Terlebih pasca pandemi sudah banyak kegiatan yang dilonggarkan, apalagi Kota Semarang juga menjadi salah satu Kota destinasi wisata nasional.

Pihaknya bahkan menyarankan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bisa belajar dari Pemkot Surabaya yang bisa memaksimalkan potensi parkir sehingga pendapatan dari sisi retribusi cukup besar.

“Potensi parkir di Semarang ini sangat besar, harus ada formula yang pas sehingga bisa mengoptimalkan pendapatan parkir tepi jalan,” kata Suharsono, Sabtu (25/2).

Suharsono mengatakan untuk parkir berlangganan bahkan memiliki potensi yang sangat besar. Wacana tersebut juga pernah dilakukan namun gagal. Sedangkan untuk inovasi berupa parkir elektronik, meski mengalami peningkatan pendapatan hingga Rp 1 miliar, namun tetap harus dilakukan pemetaan agar potensinya bisa terus dimaksimalkan.

“Tahun 2021 ke tahun 2022 pendapatan parkir naik Rp 1 miliar dari pendapatan tadinya Rp 2 miliar, naik menjadi Rp 3 miliar. Kita apresiasi peningkatan ini, tapi harus terus diperluas, karena potensinya besar untuk parkir tepi jalan,” ungkapnya.

Pihaknya meminta kepada Dishub Kota Semarang untuk melakukan kajian terhadap potensi prkir tepi jalan, potensi pendapatan dan juga pengelolaannya. Ia menegaskan jika semakin efektif cara kerja maupun inovasi dari Dishub tentang parkir wlektronik ini maka akan bisa berimbas pada naiknya pendapatan parkir.

“Aktivitas masyarakat, tentu membutuhkan lahan parkir. Dari segi pengelolaan, parkir yang terdata baru sekitar 2 ribuan titik. Padahal jika dilihat, banyak ditepi jalan ini, dijadikan lahan parkir,” paparnya.

Suharsono mengatakan harus ada evaluasi dan pembenahan, termasuk meniru Pemkot Surabaya yang melibatkan berbagai sektor, seperti TNI-Polri, dan pemangku wilayah setempat. Pada tahun 2019 lalu misalnya, pendapatan dari parkir tepi jalan Pemkot Surabaya mencapai Rp 36 miliar.

“Bisa meniru Surabaya, dengan menggandeng berbagai pihak. Apalagi jika dimaksimalkan, tentu potensinya akan besar. Parkir elektronik pun bisa diperluas lagi, ditingkatkan lagi serta dilakukan evaluasi apa kekurangannya,” tandasnya.