Dua Kasus Kekerasan Pelajar Terungkap, Polres Batang Berhasil Cegah Tawuran

Kapolres Batang, AKBP Saufi Salamun,  dalam konferensi pers di Mapolres Batang pada Senin (15/1). RMOL Jateng
Kapolres Batang, AKBP Saufi Salamun, dalam konferensi pers di Mapolres Batang pada Senin (15/1). RMOL Jateng

Polres Batang berhasil menangani dua kasus kekerasan yang melibatkan pelajar di wilayahnya.


Kasus pertama adalah pengeroyokan terjadi di Sigandu pada 9 Januari. Kasus kedua adalah rencana tawuran antara dua sekolah yang dicegah sebelum terjadi.

"Korban pengeroyokan di Sigandu bernama Supriyanto. Ia dikeroyok oleh sekelompok orang yang belum dikenal identitasnya. Kami telah menangkap satu tersangka berinisial JJ dan masih mengejar pelaku lainnya," ujarnya.Kapolres Batang, AKBP Saufi Salamun, di Mapolres Batang pada Senin (15/1).

Pihaknya menduga ada lebih dari dua orang yang terlibat dalam pengeroyokan ini. Komitmennya yaitu tidak akan berhenti sampai semua pelaku tertangkap.

Sedangkan untuk rencana tawuran, Polres Batang mendapat informasi dari media sosial bahwa ada pelajar dari SMK Bawang dan Limpung yang akan bertikai. Polres Batang langsung bergerak dan mencegah aksi tersebut.

"Kami mengamankan 13 pelajar, satu orang dewasa, dan dua sepeda motor yang diduga akan digunakan untuk tawuran. Kami juga menyita beberapa senjata tajam dari mereka," ujar AKBP Saufi Salamun.

Selain itu, Polres Batang juga menangkap sembilan orang dari Weleri, Kendal, terlibat dalam tawuran di Banyuputih. Satu di antaranya adalah orang dewasa dan delapan lainnya adalah pelajar. 

Mereka awalnya ingin berhadapan dengan pelajar Batang, tetapi karena tidak ada lawan, mereka malah menyerang warga.

"Kami menyesalkan adanya tindakan kekerasan di kalangan pelajar. Kami akan memberikan tindakan tegas dan preventif untuk menghentikan hal ini," tegasnya.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi dalam mencegah kekerasan di kalangan pelajar. Ia mengatakan, diperlukan kerjasama dari semua pihak, termasuk pihak pendidikan.

"Oleh karena itu, hari ini kami mengundang pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Batang. Kami berharap mereka bisa membantu kami dalam mengawasi dan membina pelajar agar tidak terlibat dalam kekerasan,” tutupnya.