Gandeng Kirun, Pemkab Batang Gelar Sosialisasi Cukai untuk Petani Tembakau

Pemkab Batang bersama Bea Cukai Tegal melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan cukai dengan cara berbeda. Menggandeng komedian senior, Abah Kirun, sosialisasi dilakukan dengan penuh canda tawa.


Bertempat di gedung Serba Guna kantor Desa Deles, kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, puluhan petani tembakau hadir. Selain pengunjung langsung, sosialisasi juga disiarkan secara live.

"Pendekatan untuk sosialisasi ini adalah budaya. Biasanya dengan budaya, masyarakat lebih cepat (menangkap). Daripada pidato," kata kata Bupati Batang Wihaji, Senin (27/12) malam.

Sasaran sosialisasi ini adalah para petani dan stakeholder tembakau di kecamatan Bawang, kecamatan Reban dan kecamatan Tersono.

Ia menyebut sosialisasi itu merupakan bagian dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pemkab Batang mendapat  DBHCHT Rp 7,3 miliar tiap tahun.

Politisi Golkar menyebut penggunaan DBHCHT pemkab Batang antara lain untuk sosialisasi aturan tentang cukai. Lalu, pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 405 petani serta buruh pabrik rokok yang terdampak pandemi Covid-19.Nilai BLT-nya Rp 900 ribu.

Total ada 2.600-an buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau. Sekitar 2.190-an sisanya mendapat BLT dari dana cukai Pemprov Jateng senilai Rp 600 ribu. 

Ia menyebut 50 persen dana untuk penanganan Covid-19. Lainnya untuk pembangunan lumbung pangan di Warungasem, sarpras untuk petani tembakau dan lain sebagainya.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Heru Yuwono menambahkan pihaknya mendapat Rp 939.518.100 DBHCHT. 

Penggunaan dana itu antara lain untuk program peningkatan kualitas bahan baku, lalu program pembinaan petani tembakau. Kemudian, bantuan pupuk dan mesin perajah tembakau.

"Juga ada Pengisian lumbung pangan berubah gabah senilai 50 juta atau setara 8 juta ton gabah kering giling di warungasem batang," tambah Heru.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBCTMP C) Tegal  Yudi Hendrawan mengapresiasi kinerja Pemkab Batang dalam pengelolaan dana hasil cukai. Baginya, Batang merupakan salah satu daerah dengan kinerja terbaik.

"Kabupaten Batang termasuk yang berprestasi tinggi dalam pengelolaannya, " tuturnya.

Ia juga mengingatkan pada masyarakat untuk mewaspadai peredaran rokok ilegal. Ciri paling mudah adalah rokok polosan alias tidak ada stiker atau hologram cukainya.