Genjot Pariwisata, Disbudpar Kota Semarang Kembangkan Wisata Kuliner Dan Homestay

Kuliner dan Homestay menjadi ruh pariwisata kota Semarang di masa mendatang.


Hal itu diungkapkan sekretaris daerah (sekda) Kota Semarang, Iswar Aminnudin dalam acara Pelatihan Pengembangan Destinasi Kuliner dan Homestay.

"Sumber daya manusia (SDM) di industri pariwisata mempunyai peran penting dalam bidang usaha kuliner, dimana harus memiliki pengetahuan dan skill guna meningkatkan produk kuliner yang dihasilkan, serta memiliki ciri khas yang unik dalam kemasan," katanya di Hotel Star, Rabu (18/9/2019).

Pelatihan itu dilakukan selama tiga hari dengan rincian kegiatan di kelas selama dua hari pada 17-18 September dan 19 September kegiatan lapangan.

Iswar menyampaikan kuliner harus memenuhi syarat kesehatan makanan, serta selalu inovatif dalam pemanfaatan bahan baku produk lokal.

Tentunya harus memanfaatkan tenaga kerja dari masyarakat.

"Dalam kata lain, kuliner haruslah enak, murah, sehat dan bergizi. Makanan enak yang memanjakan lidah akan diburu wisatawan dimanapun tempatnya," jelasnya.

Ia juga mengingatkan harga yang kompetitif, proses pengolahan dan penyajiannya memenuhi standar kesehatan serta kandungan gizi yang tinggi bakal jadi daya tawar.

Mantan kepala Dinas PU itu mengatakan kuliner suatu tempat yang menjadi ciri khas suatu daerah sebagai salah satu kebutuhan utama bagi wisatawan.

Di sisi lain para pengelola homestay juga harus kreatif menciptakan produk dan paket wisata di desa wisatanya maupun kolaborasi dengan atraksi wisata lainnya termasuk didalamnya atraksi wisata kuliner.

Ada tiga pelatihan sekaligus yaitu pelatihan tata kelola destinasi kuliner, pelatihan pemandu wisata kuliner dan pelatihan tata kelola destinasi.

Pembicara dalam kegiatan itu antara lain praktisi kuliner, chef, travel blogger, traveloka, tim star hotel, lsp Gunadarma, himpunan pramuwisata Indonesia, budayawan Semarang, akademisi STIEPARI dan uksw.

Pelatihan digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.