Gerindra-PKB Jateng Siap Menangkan Duet Prabowo-Cak Imin dalam Pilpres 2024

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Gerindra di Jawa Tengah siap mensukseskan duet Prabowo Subianto - Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.


Kesepakatan itu tertuang dalam Silaturahmi Pimpinan PKB - Gerindra Jawa Tengah "Menuju Kebangkitan Indonesia Raya" di Semarang.

Ketua DPW PKB Jateng KH M Yusuf Chudlori menyatakan sangat bersyukur PKB dan Gerindra Jateng dipertemukan untuk membangun Indonesia ke depan.

"Sama-sama berikhtiar di 2024. Mengusung pak Prabowo, Gus Muhaimin agar Indonesia semakin maju dan sejahtera," ujarnya, Senin (1/8/2022).

Hadir dalam pertemuan tersebut,  Sekretaris DPW PKB Jateng H Sukirman dan Sekretaris DPD Gerindra Jateng Sriyanto Saputro. 

Hadir pula Ketua Fraksi PKB dan Gerindra, serta para anggota fraksi kedua partai. Wakil Ketua Dewan Syuro PKB Jateng KH Badawi Basyir.

Gus Yusuf menambahkan, saat para pengurus DPW PKB melakukan pertemuan di Jakarta, Jateng menegaskan siap mengusung duet Prabowo - Muhaimin.

"Apalagi kerja sama ini bukan hal baru. Kita pernah melakukannya di Pemilihan Gubernur Jateng 2018," sebutnya.

Hanya melakukan persiapan selama 6 bulan, kata Gus Yusuf, pasangan Sudirman Said - Ida Fauziyah berhasil meraih 41% suara.

"Kita punya data dan fakta. Ini yang luar biasa, sehingga optimis menatap ke depan," tegasnya.

Saat Pilgub 2018, jelas Gus Yusuf, tak sedikit pun pasangan Sudirman - Ida diunggulkan. Hasil survey hanya di angka 16 sampai 17 persen. Apalagi yang dihadapi incumbent.

"Tapi dengan kerja keras, kerja cerdas, bukan mengesampingkan parpol lain kita mampu meraih 41% suara," terangnya.

Hasil Pilgub itu, kata Gus Yusuf, sekaligus menjadi kepercayaan semua, bahwa Jateng yang selama ini dianggap basis partai tertentu, bisa diambil banyak suaranya.

"Besok kita akan pilih pemimpin yang bawa kemaslahatan Indonesia. Kita masih punya waktu 1 tahun, kita berharap di Jakarta segera ada keputusan, deklarasi sehingga mesin bisa bergerak," katanya.

Gus Yusuf menambahkan, PKB punya mesin double gardan. Struktur dan kultural yakni keluarga besar Nahdlatul Ulama. 

"Yang kultural ini sudah sangat merindukan munculnya kader terbaik NU di kontestasi politik nasional," terangnya.

Gus Muhaimin, terang Gus Yusuf, sudah lakukan silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren (ponpes) dan sambutannya luar biasa.

"Pasti ada godaan dalam dinamika politik. Namun kita berharap semua tetap solid demi Indonesia," tegasnya.

Gus Yusuf menambahkan, selama ini PKB sudah berpengalaman ikut memenangkan calon presiden yang didukung. Itu terjadi sejak zaman SBY dua periode, dan Jokowi dua periode. 

"Artinya PKB belum lupa cara memenangkan Pilpres,” papar Gus Yusuf disambut tepuk meriah peserta.

Ketua DPD Gerindra Jateng Abbdul Wachid mengakui, pengurus kabupaten/kota di provinsi ini sudah mengadakan pertemuan. 

"Sama seperti Gus Yusuf, pengalaman 2018 di Jateng harus kita jadikan acuan," imbuhnya.

Hanya saja, kata Wachid, semua harus bergerak. Baik di 35 kabupaten/kota, kecamatan, hingga 8 ribuan desa yang ada.

"Saya berharap dengan PKB, bahwa  anggota DPR RI, provinsi, kabupaten/kota menjadi motor penggerak di dapil. Uruean Pileg pribadi tapi pilpres adalah kepentingan bersama," tegasnya.

Wachid menegaskan, Prabowo dan Muhaimin adalah figur pimpinan partai. Instruksinya pasti akan tegak lurus.

"Karena itu, mari kita tekat bulat, usaha dohir dan batin untuk memenangkan pasangan ini," tegasnya.

Menurut Wachid, Agustus ini kemungkinan sudah ada keputusan sosok yang akan diusung. Sehingga segera bergerak bersama.