H-1 Pemilu, Bawaslu Kota Semarang Tak Dapatkan Laporan Pelanggaran Masa Tenang

Bawaslu Kota Semarang optimalkan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan Pemilu dengan gelar sosialisasi di sejumlah sekolah bagi para pelajar. RMOL Jateng
Bawaslu Kota Semarang optimalkan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan Pemilu dengan gelar sosialisasi di sejumlah sekolah bagi para pelajar. RMOL Jateng

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang menyebut tidak ada temuan serta laporan pelanggaran masa tenang sejak 11 Februari hingga menjelang hari pencoblosan. 

"Tidak ada laporan serta temuan dalam pengawasan terdapat pelanggaran berarti. Ada sebenarnya satu atau dua yang didapatkan Panwaslu tetapi pihak terkait bertanggung jawab atas pelanggaran kampanyenya, atribut belum dilepas sudah dilepas akhirnya," kata Komisioner Bawaslu Kota Semarang, Euis Noor Faoziah, Selasa (13/2).

Bawaslu Kota Semarang, kata dia, akan berkoordinasi dengan pihak berkepentingan yaitu partai politik, calon, dan juga tim kampanye. Namun, jika diabaikan bakal diberikan sanksi tegas bahkan sampai pidana. 

"Tim Panwaslu pertama-tama akan lakukan koordinasi dengan parpol atau tim kampanye masing-masing dahulu. Kita tetap akan berikan sanksi tegas sesuai peraturan Pemilu jika pelanggaran kategorinya berat, menyesuaikan jenis peraturan yang dilanggar untuk sanksinya," lanjut dia. 

Meski begitu, Euis tetap meminta kepada warga Kota Semarang untuk terlibat ikut serta dalam pengawasan sampai hari pemilihan. 

Oleh sebab itu, Bawaslu Kota Semarang mengajak partisipasi warga dalam mengawasi dan mengawal pelaksanaan Pemilu 2024 supaya bersih dan berkualitas. Temuan pelanggaran atau kecurangan berbagai bentuk dapat dilaporkan langsung ke Bawaslu. 

"Potensi pelanggaran serta kecurangan justru rawan sekali satu hari atau pada saat hari pemungutan suara. Kita maka mengingatkan masyarakat ambil bagian partisipasi untuk mendukung pengawasan dengan melaporkan temuan-temuan di sekitarnya," tegas Euis.