Hendak Jemput Pemilih Lansia di Pegunungan Muria, Ambulans Terguling dan Sopir Dilarikan ke Rumah Sakit

Diduga Sopir Mengantuk Dan Terburu-Buru, Sebuah Mobil Ambulans Nyungsep Dari Kontur Jalan Yang Tinggi Hingga Terguling Di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kudus. Foto: Arief Edy Purnomo/RMOLJateng
Diduga Sopir Mengantuk Dan Terburu-Buru, Sebuah Mobil Ambulans Nyungsep Dari Kontur Jalan Yang Tinggi Hingga Terguling Di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kudus. Foto: Arief Edy Purnomo/RMOLJateng

Diduga sopir mengantuk dan terburu-buru, sebuah mobil ambulans nyungsep dari kontur jalan yang tinggi hingga terguling di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kudus, Rabu (14/02). Ambulans naas yang dikemudikan Siswo Riyanto (40) itu dalam perjalanan menjemput pemilih lansia di desa setempat.

Beruntung dalam tragedi kecelakaan tunggal itu, tidak ada penumpang di dalamnya. Hanya saja, sopir ambulans terluka dan harus dilarikan ke RSUD dr. Loekmonohadi Kudus. Ambulans terguling diduga akibat sopir salah injak pedal gas yang dikira pedal rem.    

Tidak hanya menjemput pemilih lansia, ambulans berplat hitam milik Pemerintah Desa Japan itu bertugas mengambil snack untuk didistribusikan kepada ratusan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di desa yang berada di lereng Pegunungan Muria tersebut.  

Rutiah, salah seorang saksi, yang juga warga Desa Japan RT07/RW02 mengaku mendengar suara keras dan suara pecahan kaca saat mobil nyungsep menimpa rumah warga. Karena penasaran, ia keluar rumah dan melihat mobil sudah terguling dalam kondisi miring di depan rumahnya.

“Kondisi mobil sudah miring hingga terguling. Oleh warga, sopir segera dikeluarkan dari dalam mobil. Selain itu, bagian atap dan kaca rumah saya juga rusak,” ujar Rutiah.

Menurut Rutiah, ambulans rencananya akan mengantarkan jajan untuk dikirimkan ke tempat pemungutan suara (TPS). Namun di tengah perjalanan malah mobil mengalami kecelakaan.

Terkait kecelakaan tunggal tersebut, Kepala Desa Japan, Sigit Tri Harso, membenarkan adanya peristiwa itu. Dia mengatakan ambulans itu tengah dikemudikan oleh warga desanya yakni bernama Siswo Riyanto.

“Digunakan untuk bawa jajanan untuk kemudian dioper ke mobil lainnya. Kemudian dia hendak menjemput warga yang sudah lansia yang akan ikut nyoblos,” ujar Sigit yang dikonfirmasi wartawan.

Namun apesnya saat kondisi jalan menurun tajam, kata Sigit, sopir diduga salah menginjak gas sehingga memicu petaka tersebut. Korban pun segera dilarikan ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

“Bilangnya (pengakuan sopir-red) sudah masuk ke gigi satu. Namun malah keliru injak gas dan kebetulan lokasi berada di jalanan menurun. Untungnya saat itu hanya ada satu orang di dalamnya,” ucapnya.

Menurut Sigit, kondisi korban kini sudah membaik. Namun hingga Rabu (14/2) siang, korban masih mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sopir ambulans itu mengalami luka pada bagian kepala dan tangannya. Sementara untuk mobil mengalami kerusakan di bagian bodi luarnya.

“Padahal yang bersangkutan (sopir) adalah warga Japan sendiri. Bahkan kalau ada yang terjatuh di Rejenu, dia juga yang bawa ambulans. Tadi kebetulan ada lansia yang mau nyoblos minta tolong dijemput,” tambahnya.