Hendi Sebut Klaster Pendidikan Mendominasi Kasus Covid-19 di Kota Semarang

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi/dok
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi/dok

Kasus Covid-19 di Kota Semarang terus mengalami peningkatan dalam beberapa minggu terakhir. Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan jika kasus yang mendominasi berasal dari klaster pendidikan dan perusahaan.


Hendi, sapaan akrabnya, menyebut jika klaster pendidikan atau sekolahan tidak hanya ada di tingkat SD dan TK, bahkan hingga tingkat SMP dan SMA/SMK. 

Dia mengatakan jika para pelajar sudah berulang kali diingatkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan namun kadang masih lalai terlebih jika bertemu dengan teman-temannya.

Sementara klaster perusahaan dikarenakan para karyawan disibukkan dengan pekerjaan, padahal seharusnya di usia produktif para karyawan harusnya bisa memahami pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

"Jadi, dunia pendidikan kami off kan dua minggu supaya teman-teman di sekolah  saya minta untuk direfresh lagi oleh Kepala Dinas Pendidikan," ungkap Hendi kepada RMOLJateng, Senin (7/2).

Hendi meminta kepada Dinas Pendidikan untuk kembali memastikan penerapan SOP protokol kesehatan di masing-masing sekolah sudah sesuai. 

Jika ditemukan masih ada yang tidak sesuai, ia meminta agar dilakukan perbaikan selama dua minggu PTM diliburkan. Hal ini termasuk dalam penyemprotan desinfektan, penyediaan wastafel dan air mengalir serta pengaturan jarak antar bangku di dalam kelas.

"Jadi, itu itu adalah bagian komitmen kita untuk melindungi adik-adik supaya mereka tetap sehat tapi juga bisa mendapatkan pelajaran yang maksimal," pungkasnya.