Jalani Sidang, Tiga Penjual Miras Pilih Bayar Denda

 Tiga penjual miras yang ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Boyolali saat menjalani sidang Tipiring di Pengadilan Negeri Boyolali, Rabu (17/1). RMOL Jateng
Tiga penjual miras yang ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Boyolali saat menjalani sidang Tipiring di Pengadilan Negeri Boyolali, Rabu (17/1). RMOL Jateng

Tiga penjual miras ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Boyolali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Boyolali, Rabu (17/1).


Sidang kategori tindak pidana ringan (tipiring) menghadirkan langsung ketiga Terdakwa masing-masing berinisial YM, SH dan LP.B ini, mahasiswa tengah Kuliah Kerja Lapangan (KKL).

Persidangan dipimpin Hakim Tunggal Teguh Sri Indrasto SH menjatuhi hukuman hukuman kepada YM denda Rp500.000 atau kurungan tiga hari.

"Sedangkan, kepada Terdakwa SH dijatuhi denda Rp700.000 atau kurungan lima hari. Dan kepada LP yakni denda Rp400.000 atau kurungan dua hari," ucap Teguh Sri Indrasto SH.

Dari putusan sidang tipiring tersebut para terdakwa yakni YM, SH dan LP membayar denda sesuai putusan telah diterima oleh masing-masing terdakwa.

Kapolres Boyolali, AKBP Petrus mengatakan, penangkapan ketiga pelaku berkat laporan dari masyarakat tentang adanya penjualan berbagai macam minuman beralkohol.

"Personil kita atresnarkoba Polres Boyolali mendapatkan laporan adanya penjualan berbagai macam minuman beralkohol di wilayah Kecamatan Ampel dan Kecamatan Wonosamudro," ungkap Kapolres.

Tidak butuh waktu lama, personil Satresnarkoba Polres Boyolali langsung menelusuri dan berhasil mengamankan YM, SH dan LP.

"Dari tangan ketiga pelaku diamankan sejumlah barang bukti dengan total 133 botol minuman beralkohol berbagai merk. Dan saat dirazia di rumah ketiganya para pelaku tidak bisa mengelak atas kesalahannya tersebut," terang dia.

Petrus memastikan, YM, SH dan LP menjual minuman beralkohol tanpa dilengkapi surat ijin dikeluarkan pemerintah daerah Kabupaten Boyolali.

Tiga penjual miras tersebut diamankan dari masing-masing tempat berbeda, YM dilakukan penangkapan di sebuah kios sembako didalam komplek pasar  Ampel , SH dilakukan penangkapan di kios miliknya di Dusun Gunungsari Kecamatan Wonosamudro, sedangkan LP dilakukan penangkapan di kisosnya Dukuh Losari RT 02 Ds. Gunungsari Kecamatan Wonosamudro.

Kapolres menegaskan, jika penjual miras telah melanggar pasal 26 ayat 2 yo pasal 46 ayat 1 huruf G PERDA nomor 5 tahun 2016 tentang Ketertiban umum dan ketentraman masyarakat dalam wilayah Kabupaten Boyolali.

"Tidak diperkenankan seorang menjual minuman beralkohol tanpa dilengkapi surat ijin yang syah dari pemerintah daerah. Karena sudah ada perda yang berlaku, dan kami ajukan YM, SH dan LP ke Pengadilan Negeri Boyolali," imbuhnya.