Jalur Sidoarjo-Tanggulangin Kembali Normal, Kereta Tak Lagi Memutar

Penamaman akar wangi di jalur wilayah Daop 6. RMOL Jateng
Penamaman akar wangi di jalur wilayah Daop 6. RMOL Jateng

Jalur kereta di petak jalan antara Sidoarjo- Tanggulangin kembali normal dan dapat dilewati KA pada Senin (15/1) pukul 02:50 WIB. 


Kini perjalanan KA dinyatakan aman dan semua perjalanan dapat beroperasi seperti semula atau tidak memutar lagi.

Sebelumnya, imbas adanya anjlogan KA Pandalungan (75) di petak jalan antara  Sidoarjo-Tanggulangin, beberapa KA arah ke Jember atau Banyuwangi terpaksa berjalan memutar. Rute ini termasuk kereta berasal dari wilayah Daop 6. 

Seperti  KA Logawa Purwokerto-Jember, kemudian KA Ranggajati Cirebon-Jember juga KA Sri Tanjung Lempuyangan-Ketapang.

"Sudah normal sejak pukul 02.50 WIB," jelas Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro, Senin (15/1). 

Sementara itu memasuki musim penghujan KAI Daop 6 telah memetakan beberapa jalur kereta rawan banjir dan tanah longsor. Daerah Perhatian Khusus(Dapsus) Daop 6 Yogyakarta ada di wilayah kerja Resort Sumber Lawang- Goprak. Di Km 73+5/6, Km 75+0/3 dan Km 93+6/7.

"Jalur tersebut masuk kategori rawan amblesan," lanjutnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut KAI telah dengan pembuatan penahan tubuh baan atau dinding penahan dari besi (potongan rel  disusun seperti pagar). 

"Termasuk juga normalisasi drainase kanan kiri jalur KA untuk bisa mengalirkan air dengan cepat ketika hujan," ujarnya. 

Di samping itu, Daop 6 hingga saat ini juga telah melakukan penanaman rumput vetiver atau akar wangi di wilayah Daop 6. Sebagai upaya mengamankan jalur kereta api dari bahaya longsor dan banjir membahayakan perjalanan kereta api.

"Di tanam menyebar di seluruh wilayah Daop 6," pungkas Krisbiyantoro.