Juru Timbang Randugarut Dituntut Enam Tahun Penjara

Juru timbang Gudang Bulog Randugarut, Nurul Huda dituntut enam tahun penjara oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.


Nurul Huda dianggap bertanggung jawab atas berkurangnya beras Bulog mencapai 600 ton di gudang Randugarut.

Jaksa penuntut, Dyah P menilai Nurul Huda terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana ditambah dan diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 Kesatu KUHP.

"Menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama enam tahun penjara," kata Dyah membacakan amar tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (5/2).

Jaksa Dyah juga meminta hakim menghukum terdakwa dengan pidana denda sebesar Rp. 50 juta. Dengan ketentuan, lanjut Dyah, denda tidak dibayarkan akan diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan. Tak hanya itu, Dyah juga mewajibkan terdakwa mengganti kerugian negara senilai Rp. 5,017 miliar.

"Apabila tidak dibayarkan, harta benda terdakwa akan disita dan dilelang. Jika tidak cukup, maka akan diganti dengan hukuman penjara selama tiga tahun," tegas Jaksa Dyah.

Mendengar tuntutan tersebut, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Nugroho Budiantoro menyakan keberatan. Nugroho menilai kliennya tidak bersalah. Lebih lagi, Nugroho sangat keberatan apabila kerugian negara harus ditanggung oleh terdakwa. Dia menegaskan kalau kliennya tidak menikmati uang Rp. 5,017 miliar itu.

"Klien kami tidak bersalah, ia hanya bekerja disuruh oleh atasan. Sangat aneh apabila klien saya yang harus bertanggungjawab. Apalagi, pengembalian kerugian negara harus dibebankan kepadanya. Kan, yang menikmati atasan dia. Klien saya hanya pegawai kecil yang bekerja sesuai perintah," tegas Nugroho usai sidang.