Kabupaten Demak Serius Lakukan Akselerasi Ending AIDS 2030

Suasana Pertemuan Koordinasi Pokja Komisi Penanggulangan AIDS, di Gradika Bina Praja, Senin (9/10)
Suasana Pertemuan Koordinasi Pokja Komisi Penanggulangan AIDS, di Gradika Bina Praja, Senin (9/10)

Kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Demak tergolong cukup tinggi.  Hingga 2023, terdapat 817  kasus.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Demak, Ungguh Prakoso, dalam Pertemuan Koordinasi Pokja Komisi Penanggulangan AIDS, di Gradika Bina Praja, Senin (9/10) memaparkan, secara akumulatif sejak tahun 2003 hingga Juni 2023, terdapat 817 kasus. Perinciannya, HIV 675 orang,  dan AIDS 142 orang sedangkan untuk tahun 2023 dari bulan Januari - Agustus 2023 ada 79 kasus ODHIV.

PLT Kabag Kesra Setda Kabupaten Demak itu menambahkan, Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Demak berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak akan mengadakan kegiatan pertemuan koordinasi Kelompok Kerja komisi Penanggulangan AIDS secara berkala.

"Hal ini sebagai salah satu upaya dalam rangka melaksanakan akselerasi menuju ending AIDS tahun 2030 dengan melalui jalur cepat (Fast Track) 90-90-90," terangnya.

Selain itu tujuan dari kegiatan ini sebagai penguatan komitmen antar OPD/Lembaga/Instansi di Kabupaten Demak dalam pencegahan dan pengendalian HIV AIDS, dengan beberapa penguatan - penguatan yang menjadi fokus.

"Penguatan program pencegahan dan pengendalian HIV AIDS dan PIMS berbasis data dan dapat dipertanggungjawabkan. Penguatan kemitraan dan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan HIV. Penguatan manajemen program melalui monitoring, evaluasi, dan rencana tindak lanjut," jelasnya.

Bupati Demak, dr. Eisti'anah menyampaikan apresiasi upaya semua pihak yang berkontribusi dalam rangka melaksanakan akselerasi menuju ending AIDS tahun 2030 melalui fast track 90-90-90.

Ia menjelaskan bahwa fast track sendiri artinya 90% orang yang hidup dengan HIV harus mengetahui status HIV mereka (tested), 90% orang dengan HIV (ODHIV) menjalani pengobatan (treated), 90% orang yang sudah menjalani terapi mengalami penurunan jumlah virus (viral load) hingga tidak terdeteksi. 

"Semoga 90-90-90 tidak hanya sebuah target, melainkan sebuah misi kemanusiaan. Misi untuk memberikan hidup yang lebih baik bagi setiap individu yang hidup dengan HIV/AIDS, serta mencegah penyebaran virus ini ke generasi berikutnya,"pungkss Bupati.