Kadinsos Upayakan Segera Tangani Bayi Kembar Kelainan Jantung di Grobogan

Kadinsos Grobogan Edi Susanto saat menyambangi bayi kembar yang mengalami kelainan jantung di Gubug Grobogan. RMOL Jateng
Kadinsos Grobogan Edi Susanto saat menyambangi bayi kembar yang mengalami kelainan jantung di Gubug Grobogan. RMOL Jateng

Bayi kembar berusia satu tahun dari keluarga miskin di Kabupaten Grobogan divonis dokter mengalami kelainan jantung.


Kedua orang tuanya baru tahu paska membawa anak mereka berobat ke RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Ketileng Semarang karena kondisi bayi lemas dan membiru.

Bayi tersebut adalah Fauzan dan Fauzi, warga Tambakan Kecamatan Gubug Grobogan. Kedua balita kembar berjenis kelamin laki laki itu divonis dokter mengalami kelainan jantung atau jantung bocor. 

Meski divonis dokter Rohmiyati (23) ibu rumah tangga dan Khudlori (30) bekerja sebagai buruh tani serabutan hanya bisa memeriksakan kedua anak kembarnya ke klinik terdekat. Itu karena bpjs mandiri mereka tidak aktif karena tak mampu membayar iuran BPJS.

"Misal dibawa ke Semarang kita belum ada biaya terpaksa kita bawa ke klinik terdekat saat penyakitnya kambuh," terang Rohmiyati, Jumat (1/9).

Kepala Dinas Sosial Groboga Edy Santoso usai mendengar kabar tersebut langsung berkunjung ke rumah orang tua korban.

Pihaknya pun berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Grobogan untuk membantu biaya pengobatan anak kembar tersebut dengan anggaran pemerintah daerah melalui BPJS.

"Karena saat ini Fauzan dan Fauzi belum masuk di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kita upayakan masuk untuk nantinya bisa menggunakan PBI dari pemerintah. Saat ini kita bantu menggunakan anggaran daerah dulu," ungkapnya. 

Kedua orang tua balita kembar tersebut berharap Pemkab Grobogan segera membantu pengobatan kedua anak kembar mereka sehingga bisa hidup normal laiknya anak-anak pada umumnya.