Kakak Beradik Curi Burung Bernilai Ratusan Juta Diringkus Polres Salatiga

Kakak beradik asal Temanggung diringkus Satreskrim Polres Salatiga karena mencuri burung bernilai ratusan juta rupiah, Selasa (4/4).


Pengungkapan pencurian burung di kandang peternak kawasan Brajan  Blotongan, Sidorejo, Kota Salatiga, dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP M Arifin Suryani, S.Sos, M.H. 

Tak tanggung-tanggung, kakak beradik ini mencuri 20 ekor burung cucakrowo bernilai lebih dari Rp200.000.000. 

"Kedua tersangka yang berhasil diamankan merupakan warga temanggung  berinisial GPS (19) dan HSAA (17) kakak beradik yg beralamat di Krajan Sanggrahan, Kranggan, Kab. Temanggung," ujar Kasat Reskrim. 

Arifin menjelaskan kronologi pengungkapan kasus ini. Berawal saat korban dengan dibantu dua rekannya melakukan renovasi kandang ternak burung cucakrowonya di lantai 2. 

Menjelang dini hari, ketiganya merasa lelah dan berjstirahat di lantai bawah. Esok harinya, pukul 05.00 WIB korban naik keatas lantai dua dan mengetahui bahwa 20 ekor burung jenis cucak rawa dan hp I phone XS telah hilang, selanjutnya korban melapor ke Polres Salatiga.

Atas laporan tersebut Unit Reskrim Polres Salatiga segera bergerak cepat melakukan olah TKP (Tempat kejadian perkara) dan melaksanakan  penyelidikan dengan bekal bukti antara lain hasil rekaman CCTV di lokasi kejadian dan  keterangan saksi, pada hari Hari Minggu, (2/4). 

Unit Resmob Sat Reskrim Polres Salatiga memperoleh informasi tentang adanya jual beli burung jenis Cucakrowo dengan harga murah di Kabupaten Temanggung. 

"Anggota kami Unit Resmob melakukan penyelidikan di peternak burung yang berada di Temanggung tersebut," sebutnya. 

Dari hasil interogasi dan menunjukkan foto dari CCTV, peternak burung mengaku mendapatkan burung dari orang ada di foto CCTV. 

Setelah berhasil mendapatkan petunjuk Unit Resmob Polres Salatiga akhirnya berhasil membekuk pelaku di mobil Toyota Calya warna abu-abu yang sedang berada di wilayah Grogol Kota Salatiga. 

Dari tangan para pelaku ini, Tim Resmob berhasil mengamankan 4 ekor burung cucak rowo milik korban. 

"Pada saat dilaksanakan interogasi awal dan dibawa Ke Kantor Satreskrim Polres Salatiga, kedua pelaku mengakui perbuatanya telah mencuri burung cucak rowo di Kota Salatiga" terang AKP M Arifin.

Untuk kedua pelaku saat ini sedang dilakukan penyidikan guna pengembangan. 

Pelaku merupakan residivis bersama dua teman lainnya yang saat ini sudah ditahan di Polres Klaten dan Polres Gunung Kidul dengan kasus serupa. Dan keduanya juga merupakan DPO (Daftar Pencarian Orang) oleh Polres Magelang, Klaten dan Gunung Kidul. 

Kapolres Salatiga AKBP Feria Kurniawan, S.I.K yang dihubungi melalui Kasi Humas IPTU Henri Widyoriani, S.H., membenarkan bahwa Jajaran Satreskrim Polres Salatiga telah berhasil menangkap pelaku pencurian 20 ekor burung jenis Cucakrowo. 

Salah satu pelaku yang masih di bawah umur, saat ini penyidikan ditangani oleh unit PPA Polres Salatiga, ditahan selama tujuh hari sejak tanggal 3 April 2023. 

Bila penyidikan belum selesai, diperpanjang lagi 8 hari sebelum akhirnya dilimpahkan ke kejaksaan.

"Kedua tersangka merupakan residivis kasus pencurian dan dikenakan Pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," jelas IPTU Henri Widyoriani, S.H.