Kampanye di Soloraya, Cak Imin Bilang Harus Ada Perubahan Kesejahteraan Petani

Cawapres 01 Muhaimin Iskandar bersama KIB sosialisasi TPES 50 dan kampanye di Cemani Sukoharjo.
Cawapres 01 Muhaimin Iskandar bersama KIB sosialisasi TPES 50 dan kampanye di Cemani Sukoharjo.

Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 01, Muhaimin Iskandar melanjutkan kampanye di wilayah Soloraya.


Setelah menyambangi Sragen, kali ini menyapa warga Solo dan Sukoharjo, di Graha Sejahtera Cemani Sukoharjo, Senin (5/2).

Bersama massa dari Relawan Kuning Ijo Biru (KIB) Cak Imin, hadir didampingi anggota Dewan Pakar Tim Pemenangan Anies-Muhaimin (Timnas Amin), Refli Harun, Saut Situmorang, Prof Anwar Sanusi, Sirojudin Wahab, dan Anggota DPR RI Fraksi Nasdem Eva Yuliana, juga Mohamad Toha dari PKB.

Dalam orasinya, Ketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyampaikan isu terkait kesejahteraan petani di Jawa Tengah yang selama ini mengalami kelangkaan pupuk.

"Pembelaan terhadap isu tentang kesejahteraan petani ini yang disebut kepedulian kepada rakyat atau wong cilik. Keadaan seperti ini sudah 10 tahun dikeluhkan, harus ada perubahan," tegas Cak Imin.

Muhaimin menjelaskan, dalam perubahan pihaknya yakin betul bisa menuruti kemauan rakyat, bukan kemauan elit ataupun paslon atau partai. "Rakyat Jawa Tengah pasti ingin nasibnya berubah, tidak dalam kondisi sulit," tegasnya.

Di situlah dia yakin perubahan ini diterima oleh masyarakat Jawa Tengah dan pihaknya sudah tahu bahwa kemauan rakyat yang terdalam itu ya perubahan.

"Karena itu saya optimis di kandang banteng Jawa Tengah ini yang tentu sangat kuat 03 dan 02, kita masih akan terus membuktikan, kita lah yang akan merebut hati rakyat itu," tandasnya. 

Sementara itu, relawan KIB juga melakukan konsolidasi jaringan dan sumber daya TPES 50 atau Team Pekerja Elektoral Sistem, yang akan mengamankan dan mengumpulkan suara di masing-masing TPS.