Kampung Fenomenal Tanaman Hias Kopeng Kembali Menggeliat

Empat orang pengunjung saat mengabadikan kedatangan mereka di Kampung Tanaman Hias Kopeng, Jumat (10/9). RMOL Jateng
Empat orang pengunjung saat mengabadikan kedatangan mereka di Kampung Tanaman Hias Kopeng, Jumat (10/9). RMOL Jateng

Kampung yang sempat fenomenal, Kampung Tanaman Hias di Dusun Dukuh, Kopeng, Kecamatan Getasan kembali menggeliat.


Sejalan dengan hobi masyarakat menjadikan tanaman hias 'cuan' di masa pandemi Covid-19, Kampung Tanaman Hias Kopeng ikut kena imbasnya. 

"Pasca uji coba dibukanya sejumlah tempat wisata dan tempat hiburan oleh Pemkab Kabupaten Semarang, mulai banyak pengunjung datang dari berbagai daerah khususnya di Jawa Tengah," ungkap Rusdi (55), seorang pedagang tanaman hias warga setempat. 

Tidak hanya hari-hari kerja, kedatangan masyarakat luar Kopeng menggunakan kendaraan pribadi berbagai plat nomor kendaraan di Jawa Tengah dan sekitarnya, sentra tanaman hias Kopeng dengan pelaku usaha kecil adalah warga setempat itu mulai mempercantik dan menambah koleksi dagangan mereka.

Tercatat, warga Dusun Dukuh Kopeng berjumlah 140-an Kepala Keluarga (KK) adalah pedagang tanaman hias di Kampung Tanaman Hias Kopeng. 

Memanfaatkan pekarangan rumah serta lahan kosong, warga Dusun Dukuh, Kopeng sebagai pedagang tanaman hias turun temurun. 

Meski belum semua tempat wisata mendapatkan izin beroperasional, namun Kampung Tanaman Hias Kopeng perlahan tapi pasti berdenyut kembali. 

Pandemi Covid-19 turut menghantam usaha di lereng Gunung Merbabu ini sempat 'mati suri'. 

"Tapi setelah perlahan ada kesempatan diperbolehkan dibuka kembali setidaknya warga Dusun Dukuh, Kopeng yang mengandalkan hidup dari tanaman hias," ujar Rusdi. 

Hal serupa disampaikan pemilik Nando Florist, Didik. Ia mengaku, dalam seminggu setidaknya saat ini bisa meraup untung antara Rp500 ribu-1 juta. 

"Setelah setahunan lesu, tidak ada pengunjung sama sekali tapi sejak dua bulan terakhir mulai terasah hidup lagi," papar Didik. 

Dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 ketat, diantaranya di lingkungan Kampung Tanaman Hias Kopeng wajib menggunakan masker, tidak bergerombol saat mengunjungi satu kios sarta menjaga jarak aman, warga Dusun Dukuh, Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang berharap kondisi tetap semakin membaik. 

Seorang pengunjung warga Salatiga Rugaya Renwarin saat ditemui tengah memilih tanaman hias untuk koleksi pekarangan rumahnya mengaku, kembali dibukanya Kampung Tanaman Hias Kopeng sebuah kesempatan berwisata di tengah pandemi Covid-19. 

"Datang ke Kampung Tanaman Hias Kopeng sama halnya dengan berwisata tipis-tipis 'lah' saat Covid-19 masih terus menghantui kita," ucap Rugaya. 

Bersama tiga rekan sejawatnya, pensiunan Polri ini mengaku berwisata di Kampung Tanaman Hias Kopeng selain menambah imun juga menjadi obat di tengah kebosanan karena cukup lama harus berdiam diri di dalam rumah. 

"Yang penting, 5M menjadi kunci ketika berada di kawasan seperti ini," pungkas dosen sebuah Perguruan Tinggi di Salatiga tersebut.