Kemenag Manjakan Warga Perantauan Hadirkan Bus Balik Gratis

Wabup Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ melepas pemberangkatan program Balik Kerja Bareng Kemenag Jateng di depan Kantor Kemenag setempat. Arif Edy Purnomo/RMOLJateng 
Wabup Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ melepas pemberangkatan program Balik Kerja Bareng Kemenag Jateng di depan Kantor Kemenag setempat. Arif Edy Purnomo/RMOLJateng 

Ratusan warga asli Rembang yang merantau ke Jabodetabek antusias mengikuti Program Balik Kerja Bareng Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah 2024. 

Program yang kali pertama digelar ini, dinilai sangat membantu masyarakat Jawa Tengah yang terkendala balik ke perantauan usai mudik Lebaran di kampung halaman. 

Tak hanya itu, program inisiasi Menteri Agama itu mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, usai melepas pemberangkatan program Balik Kerja Bareng Kemenag Jawa Tengah 2024 se-eks Karesidenan Pati, di depan Kantor Kemenag setempat, Sabtu (20/4).

Dalam hitungan jam usai diupload di media sosial, kata Hanies, informasi program balik kerja dari Kemenag Rembang langsung penuh (peminat). 

"Biasanya orang kalau mau pulang kampung bekalnya banyak, namun waktu mau balik (ke perantauan) lagi biasanya gresek-gresek (cari pinjaman) dulu. Sedangkan ini gratis dari Kementerian Agama, luar biasa,” ucap Wabup Hanies.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Zainal Fatah menambahkan, ada enam titik lokasi penjemputan para perantau di seluruh Jawa Tengah. Meliputi, Boyolali, Magelang, Semarang, Pemalang, Banyumas, dan Rembang.

“Khusus untuk Rembang ini semuanya (perantau) ke Jakarta. Kalau dihitung, total 20 bus dikali 50 perantau, ada kurang lebih 1.000 perantau. Kalau di Rembang ada 146 perantau,” kata Zainal.

Zainal mengakui bahwa  program itu baru pertama kali diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag Jateng. Sedangkan proses persiapannya pun terbilang cukup singkat.

“Inisiasi ini sangat mendadak, karena Gus Men (sapaan akrab Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas) baru menyampaikan di akhir mau pulang (liburan). Insyaallah siap, Minggu kemarin waktu mudik itu kita rapat zoom dan terlaksana pada hari ini,” terangnya.

Sementara itu, Fahrudin salah seorang peserta program Balik Kerja Bareng Kemenag Jateng mengaku senang bisa mengikuti program balik gratis. 

Warga Desa Melawat Kecamatan Pamotan Rembang yang bekerja di Jakarta ini, sebelumnya kesulitan untuk mendapatkan tiket angkutan umum yang sesuai dengan tanggal masuk kerja.

“Kemarin mencari tiket bus ke Jakarta habis semua. Alhamdulillah dapat di sini (program balik kerja). Saya senang banget bisa dapat fasilitas gratis, jadi bisa menghemat akomodasi. Biasanya sekali jalan kalau naik bus habis sekitar Rp600 ribu, kalau kereta Rp400 ribuan. Jadi lumayan sekali,” tukasnya.