KemenkopUKM Latih 30 UMKM Batang Buat Bakso hingga Sosis Ikan

Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki foto bersama para peserta pelatihan UMKM olahan ikan. Dok.RMOLJateng
Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki foto bersama para peserta pelatihan UMKM olahan ikan. Dok.RMOLJateng

Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mengadakan pelatihan pengolahan ikan bagi 30 UMKM Batang yang bergerak di bidang perikanan.


Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi UMKM Batang dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk yang berkualitas, higienis, dan halal. 

Para peserta pelatihan juga mendapatkan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan konsumen.

"Alhamdulillah, saya senang sekali bisa ikut pelatihan ini. Saya belajar banyak hal tentang pengolahan ikan yang sebelumnya saya tidak tahu," kata Siti, seorang peserta pelatihan di Hotel Sendangsari, Kamis (25/1).

Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari Kamis (25/1) hingga Sabtu (27/1), di Hotel Sendangsari Batang. Pelatihan ini terdiri dari dua sesi, yaitu sesi teori dan sesi praktik. 

Sesi teori meliputi materi tentang prinsip-prinsip pengolahan ikan, standar mutu dan keamanan pangan, serta aspek bisnis dan pemasaran produk olahan ikan. 

Sesi praktik meliputi materi tentang cara membuat produk olahan ikan, seperti sosis ikan, siomay ikan, nugget ikan, dan otak-otak ikan.

“Saya berencana untuk membuat produk olahan ikan yang lebih banyak dan lebih menarik, seperti bakso ikan, bakpao ikan, atau kue ikan,” ujar Siti, salah satu peserta pelatihan.

Narasumber pelatihan, Imam Sujarwo, yang juga Analisis Kebijakan Ahli Madya KemenKopUKM, mengapresiasi antusiasme dan partisipasi peserta pelatihan. 

Ia berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi UMKM Batang dalam mengembangkan usaha mereka di bidang perikanan.

“Kami juga akan terus memantau dan mendampingi UMKM Batang dalam mengembangkan usaha mereka. Kami menantang mereka untuk mencapai omset Rp15 juta per bulan dalam satu tahun ke depan," urainya 

Jika mereka berhasil, pihaknya akan memberikan bantuan lebih lanjut, seperti bantuan modal, bimbingan pemasaran, fasilitas produksi, dan sumber daya manusia.

Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, yang hadir pada acara penutupan pelatihan, juga memberikan apresiasi dan dukungan kepada UMKM Batang yang telah mengikuti pelatihan ini. 

Ia menilai produk olahan ikan yang dihasilkan oleh UMKM Batang sudah sangat baik dan layak dipasarkan.

"Saya berharap produk ini dapat menembus pasar lokal, nasional, bahkan internasional. Pemerintah Kabupaten Batang akan terus memberikan dukungan dan fasilitas kepada warga," jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Batang akan terus memberikan dukungan dan fasilitas kepada UMKM Batang yang bergerak di bidang perikanan, seperti bantuan perizinan, permodalan, pemasaran, dan binaan.