Kemenpar Minta Pemkot Semarang Kembangkan Wisata Kuliner dan Belanja

Pengeluaran terbesar saat seseorang berwisata adalah kuliner.


Disusul fashion atau wisata belanja.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Destinasi Wisata Regional II, Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional II, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kemenpar, Burhanudin.

Maka dari itu perlu perlindungan destinasi wisata kuliner dan belanja agar bisa berkembang," tuturnya di acara Bimbingan Teknis Pengembangan Destinasi Wisata Kuliner dan Belanja Kota Semarang, Jumat (20/9).

Ia menyatakan, kekayaan kuliner dari 1.300 suku bangsa adalah harta karun Indonesia.

Apalagi kuliner merupakan identitas atau ciri khas suatu destinasi wisata.

Anggota komisi X DPR RI, Rinto Subekti menambahkan, sektor pariwisata saat ini jadi sektor andalan meraup devisa.

"Pendapatan pariwisata untuk Indonesia sekarang mencapai urutan kedua, hanya kalah CPO," tuturnya.

Oleh karena itu, pemerintah dan DPR RI sepakat menaikkan anggaran Pariwisata pada 2020 dengan nilai Rp4,7 triliun.

Ia menjelaskan, tahun depan ada perubahan stigma anggaran pariwisata dan akan berpengaruh pada Kota Semarang.

"Pola anggaran diperbesar dengan destinasi. Sarana prasarana pengembangan bisa diperbaiki dan dipercantik," tuturnya.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari menyebut, potensi pengembangan pariwisata Kota Atlas itu ada di 177 kelurahan.

Untuk mendukung pengembangan pariwisata, pemerintah Kota Semarang  membangun sarana dan prasarana seperti taman, pusat kuliner hingga fasilitas olahraga.