Kirab Budaya Resmi Menandai Penutupan Forum TIIWG G20

Kirab budaya warnai perhelatan forum Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) G20 di Kota Solo, Jawa Tengah. Dimeriahkan dengan kirab kereta kencana dan andong juga arak-arakan Solo Batik Carnival dengan beragam kostum yang unik.


Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka terlihat mendampingi Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia ikut dalam kirab budaya G20, Kamis (7/7) sore.  

Keduanya terlihat berkuda dengan menggunakan pakaian busana adat. Keduanya terlihat antusias dan sepanjang jalan sambil melambaikan tangan kepada masyarakat yang and di sepanjang jalan Slamet Riyadi Solo.  

Rute kirab dimulai dari depan stadion R Maladi, Sriwedari menuju Balaikota Solo. Dibuka dengan aksi marching band dari ASN Pemkot Solo.  

Selanjutnya kirab juga diikuti defile prajurit Keraton Kasunanan yang diikuti di belakangnya kendaraan wisata listrik yang dinaiki Putri Indonesia Laksmi Shari De-Neefe Suardana dari Bali serta para finalis lainnya. Juga para delegasi peserta G20.

Sepanjang perjalanan kirab,  terlihat Gibran menyempatkan diri untuk berhenti saat ada masyarakat yang memintanya untuk berfoto bersama.  

Setibanya di Balaikota Solo, sebelum acara gala dinner rombongan juga menyempatkan diri melihat pameran UMKM yang disiapkan di halaman Balaikota Solo. 

Beragam kuliner khas Solo juga dipamerkan di ajang tersebut. Selain itu ada salah satu stand yang memperlihatkan proses pembuatan keris. Dan stand tersebut menarik minat peserta G-20.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia sampaikan hari ini adalah hari terakhir rangkaian G20 dalam pembahasan klaster investasi, perdagangan dan perindustrian di Kota Solo. 

"Selain membahas isu global, kita juga selalu menjunjung tinggi tradisi lokal yang ada di Indonesia untuk disosialisasikan di mata dunia. Solo menjadi salah satu tuan rumah terbaik dalam penyelenggaraan G20,” pungkas Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.